Diserang Tomcat, Sebaiknya Jangan Diobati Sendiri

Kompas.com - 20/03/2012, 17:22 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com -  Mereka yang terkena serangan serangga Tomcat atau kumbang Paederus dihimbau untuk segera berobat ke dokter atau rumah sakit terdekat. Pasien sebaiknya tidak melakukan pengobatan sendiri di rumah guna mendapatkan penanganan yang tepat dan menghindari infeksi yang lebih parah.

Hal itu ditegaskan Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (FKUI-RSCM) Jakarta, Dr. dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, Sp.KK(K) menanggapi berita serangan Tomcat di media massa dalam beberapa hari terakhir.

"Memang benar,  tindakan pertama itu harus dicuci, karena partikelnya harus dihilangkan segera dari kulit. Tetapi supaya penanganannya tepat, sebaiknya jangan mengobati sendiri," kata Tjut yang dihubungi Kompas.com, Selasa (20/3/2010) .

Protein Asing

Menurut Tjut, seseorang yang terkena partikel dari serangga Tomcat dapat mengalami reaksi mulai dari yang ringan sampai parah. Partikel yang terdapat pada serangga jenis Kumbang Rove ini merupakan sejenis protein atau bahan racun biologis asing bagi kulit. Bagi kebanyakan orang, partikel ini dapat menimbulkan dermatitis, tetapi bisa tidak pada beberapa orang.

"Protein asing ini kalau menempel bisa bereaksi dermatitis, tetapi ada juga ada yang kebal. Kalau yang terkena racunnya umumnya semua orang dapat terkena," ujar dokter yang menjabat Ketua Kolegium Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin ini .

Untuk reaksi yang ringan, partikel kumbang ini hanya akan menyebabkan peradangan ringan di sekitar kulit. Pada tahap ini, pengobatan biasanya dapat dilakukan dengan pemberian antiradang yang dioleskan.

Tetapi untuk reaksi yang berat, pengobatan akan lebih kompleks. Partikel bisa saja masuk ke aliran darah, sehingga peradangan kulit menyebar luas menyebabkan kulit merah, bengkak dan melepuh. Infeksi dapat menyertai apabila bersama partikel  terkandung bakteri ditandai dengan gelembung mengandung nanah yang timbul beberapa hari kemudian. Pada tahap ini, lanjut Tjut, pengobatan yang dilakukan tidak bisa lagi obat luar tetapi harus sistemik (diminum atau suntik), selain obat antiradang, tetapi juga diperlukan antiinfeksi.

Tjut juga meluruskan informasi keliru yang beredar tentang penggunaan obat salep Acyclovir. Ia menegaskan, obat tersebut bukanlah ditujukan untuk mengatasi dermatitis dan infeksi akibat serangan Tomcat. Acyclovir yang diminum dipakai untuk pengobatan herpes. 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

    Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

    Regional
    Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

    Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

    Regional
    Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

    Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

    Regional
    8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

    8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

    Regional
    Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

    Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

    Regional
    Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

    Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

    Regional
    Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

    Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

    Regional
    Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

    Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

    Regional
    8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

    8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

    Regional
    Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

    Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

    Regional
    Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

    Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

    Regional
    Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

    Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

    Regional
    Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

    Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

    Regional
    Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

    Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

    Regional
    Usut Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar, Polisi Telah Periksa 11 Saksi

    Usut Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar, Polisi Telah Periksa 11 Saksi

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X