Putusan MA Lampaui Tuntutan Penuntut Umum

Kompas.com - 19/03/2012, 21:43 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

BANDUNG, KOMPAS.com — Putusan kasasi dari Mahkamah Agung dalam kasus dugaan korupsi oleh Bupati Lampung Timur nonaktif, Satono, dinilai sangat mencengangkan. Apalagi vonis 15 tahun penjara itu melampaui tuntutan jaksa penuntut umum, dalam sidang di pengadilan tingkat pertama.

Berdasarkan catatan Kompas, dalam sidang pembacaan dakwaan terhadap kasus dugaan gratifikasi dengan terdakwa Satono pada 26 September 2011 silam, Abdul Kohar selaku jaksa penuntut umum kasus ini, menuntut Satono dengan hukuman penjara 12 tahun. Selain itu, Satono harus membayar denda Rp 500 juta subsider kurungan enam bulan.

Namun, tuntutan ini ditolak hakim pada putusan majelis hakim PN Tanjungkarang, 17 Oktober 2011. Penuntut umum kemudian mengajukan kasasi.

Dalam putusan MA hari ini, Satono yang merupakan Bupati Lampung Timur terpilih periode 2010-2015 divonis 15 tahun penjara, dan denda Rp 500 juta subsider kurungan enam bulan.

Vonis MA ini lebih besar tiga tahun dari tuntutan penuntut umum dalam sidang perkara ini.

Meskipun putusan MA itu bisa dianggap ultra petitum, Oki Hajiansyah Wahab, pegiat kajian hukum dari Universitas Lampung, menilai putusan MA itu harus diapresiasi.

"Kami belum tahu pertimbangan hukumnya. Itu merupakan putusan progresif, yang diharapkan bisa berkontribusi besar dalam upaya pemberantasan korupsi," ujarnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.