Kuasa Hukum Satono Terkejut dengan Putusan MA

Kompas.com - 19/03/2012, 15:57 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Sopian Sitepu, kuasa hukum Bupati Lampung Timur non-aktif Satono, mengaku terkejut dengan vonis kasasi yang dijatuhkan Mahkamah Agung hari ini.

"Kami terkejut dan sedih atas putusan itu. Bagaimanapun kami telah menangani lama kasus tersebut," tutur Sopian Sitepu, Senin (19/3/2012), saat ditanya soal tanggapannya mengenai vonis 15 tahun penjara Satono.

Ia pun mengaku baru tahu isi putusan MA itu dari wartawan. Soal tindak lanjut dari vonis itu, Sitepu mengatakan akan menunggu salinan putusan MA dalam kasus itu. "Kami akan mempelajarinya dahulu," ujarnya.

Ia lalu menanggapi isi putusan itu. Sitepu bersikeras kliennya tidak bersalah, seperti vonis Pengadilan Negeri Tanjungkarang. "Saat ini (vonis) itu tampaknya tidak semata soal aspek perbuatan melawan hukum. Bisa jadi karena ada faktor lain, ketakutan. (MA) takut dianggap tidak antikorupsi jika memutuskan lain (bebas)," ungkap Sitepu.

Sebelumnya, Satono divonis bebas oleh PN Tanjungkarang pada 17 Oktober 2011 dalam kasus dugaan penyelewengan dana APBD senilai Rp 119 miliar. Atas putusan ini, jaksa mengajukan banding dan kasasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.