Tak Ada Pelabuhan, Persoalan Utama Produk Perkebunan Aceh

Kompas.com - 16/03/2012, 17:57 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Permasalahan utama pemasaran dua produk perkebunan andalan Aceh, kopi dan kakao, adalah infrastruktur. Hingga saat ini Aceh belum memiliki pelabuhan ekspor impor berstandar internasional. Padahal pasar utama dua komoditas itu adalah pasar ekspor. Karena itu, pembangunan pelabuhan harus dipercepat.

"Infrastruktur memang masih menjadi kendala. Ke depan, ini yang kami harapkan dapat segera diselesaikan sehingga kami tak tergantung pada Medan untuk menjual produk perkebunan. Petani dan pedagang di Aceh akan lebih memiliki daya tawar," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Iskandar, Jumat (16/3/2012), di Banda Aceh.

Kopi gayo adalah komoditas perkebunan unggulan di Aceh. Kopi tersebut dikenal di seluruh dunia karena rasanya yang khas.

Pasar ekspor masih menjadi pasar utama kopi gayo. Tahun 2011 Aceh memasok kopi hingga 7,854 juta ton ke sejumlah negara di Eropa dan Amerika Serikat. Hanya saja, selama ini ekspor kopi Aceh lewat Medan. Volume ekspor kopi asal Aceh melalui Medan tergolong besar,  mencapai sekitar 7,854 juta ton.

Meski masih kalah jauh dibandingkan dengan provinsi-provinsi di Sulawesi, kapasitas ekspor kakao dari Aceh menunjukkan perkembangan signifikan. Tahun 2011 sebanyak 25.000 ton kakao Aceh diekspor atau naik dari 20.000 ton pada 2010.

Terkait hal itu, Konferensi Kakao dan Kopi yang digelar di Banda Aceh pada 14-15 Maret 2011 menyampaikan rekomendasi berupa pembangunan segera Pelabuhan Krueng Geukuh di Lhoksuemawe.

Ketua Tim Perumus Konferensi Kakao dan Kopi Aceh, Giri Arnawa, menyampaikan, pembangunan perluasan Pelabuhan Krueng Geukuh, Lhokseumawe, peletakan batu pertamanya direncanakan pada tahun 2012 sampai 2014 dengan dana Rp 1,25 triliun.

"Pelabuhan ini diharapkan dapat menjadi pintu ekspor komoditas unggulan Aceh, seperti kakao dan kopi, sehingga memberi dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi Aceh," kata Giri.

Dalam konferensi dua hari itu, juga direkomendasikan agar Pemerintah Aceh segera mendorong pengintegrasian komoditas kakao dan kopi sebagai aktivitas utama dalam koridor ekonomi Sumatera pada Rencana Induk Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Hal ini selaras dengan salah satu butir dari draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh untuk pemantapan ketahanan pangan dan nilai tambah produk pertanian.

Karena itu, konferensi yang merupakan bagian dari kegiatan program Fasilitas Pendanaan Pembangunan Ekonomi (EDFF) ini juga mengharapkan agar Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal sebagai badan pelaksana program perlu lebih konkret dalam mendukung produk unggulan kabupaten.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Regional
Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Regional
Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Regional
Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Regional
Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Regional
Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Regional
Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Regional
Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Regional
Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Regional
RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

Regional
RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Regional
Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Regional
Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X