17 Awak Kapal Kargo Serunting I Hilang

Kompas.com - 13/03/2012, 03:02 WIB
Editor

Bandar Lampung, Kompas - Upaya pencarian 17 awak kapal kargo Serunting I tujuan Padang, Sumatera Barat, yang hilang di perairan Lampung-Bengkulu terkendala cuaca buruk. Sejauh ini baru ditemukan satu korban selamat dari musibah kapal tenggelam itu.

Agus Tamin, Kepala Jaga Harian Badan SAR Nasional, dihubungi Senin (12/3), mengatakan, tim SAR sulit menembus medan lokasi pencarian akibat angin kencang dan ombak tinggi.

”Tim SAR gabungan belum bisa tembus. Kapal tongkang bantuan (milik PT Pertamina) pun tak sanggup menembus medan karena ombak tinggi, sampai 6 meter dan kecepatan angin serta arus 55 knot,” kata Agus.

Sulitnya mencari kapal tenggelam yang berangkat dari Madura, Jatim, itu dibenarkan Koordinator Badan SAR Nasional Pos SAR Lampung Andri Andi. ”Kami sempat berangkat dengan tugboat Pertamina di Kota Agung (Tanggamus), tapi 17 mil laut dari Bengkunat kami balik lagi karena gelombang tinggi,” katanya.

Upaya pencarian dengan menggunakan helikopter pun juga sulit dilakukan. ”Kecepatan angin di sana hari ini hingga 55 knot. Helikopter kami, Bolco 105, tidak bisa menembus angin sekencang ini. Batas toleransi heli ini hanya 20 knot,” tutur Andri.

Alternatifnya, Badan SAR Nasional kini tengah melobi TNI AL untuk meminjamkan kapal perang yang bisa menembus medan berat seperti Samudra Hindia.

Hingga kemarin masih simpang siur soal kepastian waktu dan lokasi tenggelamnya kapal itu. Satu korban selamat, Nanda Saputra, anak buah kapal Serunting I, kondisinya masih labil dan belum bisa memberikan keterangan karena trauma.

Kepada polisi, Nanda mengaku sempat terdampar di laut tiga hari menggunakan perahu darurat sebelum terdampar dan ditemukan warga di Teluk Belimbing, Lampung Barat, Kamis (8/3).

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih mengatakan, kapal kargo pengangkut garam itu diduga tenggelam akibat diterjang ombak tinggi setelah sebelumnya sempat bocor lambung.

Direktur Kepolisian Air Polda Lampung Komisaris Besar Edion menuturkan, pada Selasa (6/3) berdasarkan keterangan dari Syahbandar Kota Agung, Tanggamus, Lampung, nakhoda kapal itu sempat melakukan kontak. Lalu pada Rabu (7/3) kapal naas ini diketahui berada di dekat perairan Krui, Lampung Barat.

Lokasi tenggelam

Berdasarkan keterangan Syahbandar Kota Agung dan perhitungan matematis laju kapal, polisi telah menyimpulkan, kapal itu diduga tenggelam di perairan Bengkulu, dekat Pulau Enggano.

Terkait pencarian 17 awak yang hilang itu, Andri mengatakan, Basarnas telah berkoordinasi dengan tim dari Basarnas Padang serta nelayan Tanggamus dan Lampung Barat untuk ikut berpartisipasi.

Cuaca buruk juga menyebabkan KM Bahari Ekspress 1 C tujuan Gresik-Bawean, Jawa Timur, sejak Sabtu-Senin (12/3) tidak berlayar. Bahkan Sabtu lalu ketika kapal itu mengangkut 358 penumpang terpaksa kembali ke Pelabuhan Gresik karena ombak mencapai 3-4 meter. (JON/ACI)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua PDP yang Dirawat di Kudus Dinyatakan Positif Covid-19

Dua PDP yang Dirawat di Kudus Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Regional
UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

Regional
Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Regional
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Regional
Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Regional
Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Regional
Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Regional
Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Regional
Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Regional
Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Regional
Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Regional
Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Regional
Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X