Arif Ingin Pertahankan Gelar

Kompas.com - 03/03/2012, 22:17 WIB
|
EditorA. Tjahjo Sasongko

MALANG, Kompas.com  – Bagi Arif Dwi Yanto (14) siswa kelas I SMPN 1 Leces Probolinggo mempertahankan prestasi di dunia bulutangkis jauh lebih berat dibanding saat merebutnya.

Ini yang dirasakan Arif, juara MILO School Competition 2011, saat terjun kembali dalam kompetisi MILO School Competition 2012 di GOR Master Malang, Sabtu (03/03).

Ayunan raketnya cukup kuat dan konsentrasi melihat kok yang diberikan lawan main sangat tajam. Smash juga berkali-kali diberikan ke lawan main, hingga akhirnya Arif bisa menuntaskan permainan dan lolos ke babak penyisihan berikutnya.

Ditemui di sela pertandingan babak penyisihan untuk kategori tunggal putra SMP, Arif mengatakan, saat dirinya mendapat predikat juara MILO School Competition 2011 untuk kategori tunggal putra SD, itu sebuah hal yang menyenangkan dalam hidupnya. Bahkan hadiah yang diterimanya saat itu yakni berlatih tanding dengan Alan Budi Kusuma mantan juara dunia serta berlatih bersama Taufik Hidayat, menjadi kenangan spesial dalam hidupnya.

“Pengalaman itu tidah pernah aku lupa, karena membuat aku terus giat berlatih dan ingin mencapai prestasi lebih baik lagi,”ujarnya. Dalam kejuaraan MILO School Competition tahun ini, Arif optimis bisa maju ke babak final dan  menjadi juara kategori tunggal putra SMP. Untuk itu, dirinya giat berlatih sehari 4 jam dan mengikuti saran dari pelatih di sekolah maupun di klub Pelatcab Abadi Kabupaten Probolinggo. Bahkan Arif rela tidur di mess GOR Master selama mengikuti pertandingan MILO School Competition 2012.

Meskipun pernah meraih juara MILO School Competition 2011 lalu, Arif merasa tidak takabur. Karena setiap orang punya kesempatan untuk menang, terlebih lagi menurutnya lawan di kategori tunggal putra SMP ini cukup berat.

Sementara itu, Sulthonul Ikrom tim official Arif Dwi Yanto, mengatakan, perjuangan yang dilakukan Arif memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain semangat meraih prestasi yang tinggi, juga pantang menyerah dalam menghadapi lawan-lawan mainnya.
Dalam kejuaraan MILO School Competition ini, ungkap Ikrom, posisi Arif dalam meraih kemenangan masih sekitar  55 persen. Karena proses pertandingan masih berlangsung dan banyak lawan main yang cukup tangguh.

“Kalau dari sisi permainan,  Arif masuk 8 besar. Di posisi ini, lawan terberat yakni Tri Handi dari SMPN 3 Bondowoso pemain unggulan ke-4. Sedangkan dari prediksi awal, Arif melaju ke babak final melawan Achmad Fasich dari SMP Shafta sebagai unggulan pertama. Arif sendiri di kejuaraan ini diunggulkan di urutan kelima,” papar Ikrom.

Untuk mempersiapkan Arif sejak babak penyisihan hingga babak final, Ikrom menjelaskan, memotivasi Arif agar tetap tenang dalam menghadapi lawan mainnya. Perjuangan dan keberhasilan Arif dalam meraih prestasi di kejuaraan MILO School Competition tahun lalu juga tidak lepas dukungan dari orangtua dan sekolah. Ini sebuah keuntungan tersendiri bagi Arif dan diharapkan permainan Arif yang prima bisa menjadi contoh adik-adiknya baik di sekolah maupun di klub. (/*)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.