Ikut KB Bikin Hidup Lebih Sehat

Kompas.com - 24/02/2012, 16:25 WIB
EditorAsep Candra

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama ini kebanyakan orang berpikir, untuk mencapai hidup sehat maka harus mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang, rutin olahraga serta menjaga kebersihan lingkungan. Tapi orang lupa bahwa untuk mencapai hidup sehat juga harus ikut serta dalam program keluarga berencana.

Demikian disampaikan Prof. dr. Biran Affandi, Sp.OG (K), yang juga Wakil Asia Pasific Council of Contraception (APCOC), dalam temu media dengan tema 'Pentingnya Mempercepat Penyebaran Informasi Tentang Kontrasepsi', Jumat, (24/2/2012) di Jakarta.

"Kalau orang tidak berkeluarga berencana, maka orang itu memasukan dirinya ke dalam golongan yang tidak sehat," ucapnya.

Biran mengungkapkan, tingginya angka persalinan dan kelahiran sangat erat kaitannya dengan tingginya angka kematian ibu akibat terlalu banyak melahirkan. Oleh sebab itu, peran alat kontrasepsi menjadi sangat penting untuk mengatur kehamilan yang secara tidak langsung dapat menekan angka risiko kematian ibu akibat persalinan.

"Sejak lama kita sudah tahu bahwa jarak kehamilan yang terlalu rapat, kehamilan di usia sangat dini atau terlalu tua sebagai penyebab kematian pada ibu dan bayi," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof Biran juga kembali mengingatkan agar setiap ibu yang berencana hamil supaya dapat mengatur jarak antara dua kelahiran (sekitar 2-4 tahun). Berbagai riset telah menunjukkan bahwa jika jarak kehamilan terjadi di bawah dua tahun, maka risiko kematian ibu dan bayi mencapai 50 pesen. Tetapi setelah lewat tiga atau bahkan empat tahun, risiko tersebut akan semakin kecil.

Biran mengungkapkan bahwa sebagian besar dari negara-negara Asia Pasifik belum dapat menangani laju pertambahan angka kelahiran setiap tahunnya. Tingginya angka kelahiran tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis dan ekonomi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Semakin rendah ekonominya, semakin rendah pula pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan alat kontrasepsi," katanya.

Biran menambahkan, tingginya angka kematian ibu di suatu wilayah (daerah) umumnya disebabkan karena rendahnya tingkat pemakaian kontrasepsi. Sedangkan daerah yang angka kematian ibunya rendah, dapat dipastikan tingkat pemakaian kontrasepsi didaerah tersebut tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.