Macan Tutul Turun Gunung - Kompas.com

Macan Tutul Turun Gunung

Kompas.com - 01/02/2012, 22:46 WIB

JEPARA, KOMPAS.com — Warga Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, resah karena macan tutul jawa (Panthera padus melas) berkeliaran di permukiman mereka. Dalam dua pekan terakhir, macan tutul jawa itu memakan 20 ekor ayam dan bebek warga yang tinggal di lereng Pegunungan Muria bagian utara.  

Kepala Desa Tempur Sutoyo, Rabu (1/2/2012), mengatakan, peristiwa itu terjadi di Dukuh Duplak yang berada sekitar empat kilometer dari pusat Desa Tempur. Dukuh yang berada di atas Desa Tempur itu berbatasan dengan kawasan hutan lindung Pegunungan Muria.  

Berdasarkan laporan dari sejumlah warga, selama dua pekan terakhir dalam semalam ayam dan bebek yang dikandangkan di samping dan belakang rumah warga hilang 2-3 ekor. Warga tidak menemukan jejak macan tutul dan bangkai unggas, hanya beberapa bulu yang bertebaran dan tetesan darah.  

"Seorang warga pernah melihat macan tutul itu samar-samar. Waktu itu dia tidak mendekat karena khawatir diserang macan itu," kata Sutoyo.  

Menurut Sutoyo, peristiwa itu menyebabkan warga khawatir karena pada tahun-tahun sebelumnya jumlah unggas yang dimakan macan tutul tidak sebanyak tahun ini, yaitu sekitar 2-3 ekor. Selain itu, unggas yang dimakan macan tutul pada tahun-tahun sebelumnya berada di rumah-rumah pinggir hutan.  

Pada tahun ini, macan masuk hingga tengah permukiman. Kami masih bingung mengatasinya. Mau memburu macan, kami takut terkena sanksi, karena hewan itu dilindungi.

"Namun kalau dibiarkan saja, kami khawatir ada warga yang menjadi korban, terutama jika berada di tengah hutan. Untuk itu, kami berharap ada tenaga ahli yang menangani hal itu," kata Sutoyo.  

Peneliti Muria Research Center (MRC) Indonesia, M Widjanarko, mengatakan, Pegunungan Muria merupakan habitat macan tutul jawa. Namun populasinya sangat terbatas akibat pembukaan lahan hutan menjadi pertanian.

Dalam penjelajahan Pegunungan Muria pada 2011, tim MRC hanya menemukan feses atau kotoran macan itu di wilayah Pati dan Kudus.  

Keberadaan macan tutul yang masuk ke permukiman merupakan bentuk adaptasi satwa langka itu, karena kemungkinan besar makanan di pedalaman hutan Pegunungan Muria semakin berkurang. Untuk mengatasinya, warga perlu memahami bahwa manusia dan macan itu satu ekosistem.  

"Antisipasinya, warga perlu mencermati ritme dan jalur macan tutul itu, dan mengamankan ternak serta unggas di kandang yang lebih aman. Kemudian, siagakan penjagaan di sejumlah titik permukiman dengan saling berkomunikasi menggunakan telepon seluler," kata Widjanarko.


EditorAgus Mulyadi

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional

Close Ads X