Dukun Cabul Dihajar Suami Korban

Kompas.com - 11/01/2012, 18:33 WIB
|
EditorWisnu Nugroho

BADUNG, KOMPAS.com — Polisi menangkap AL (43), lelaki asal Sumba, NTT, di rumah kos perempuan korban yang dicabulinya, KKB, yang juga berasal dari Sumba. Sebelum ditangkap, AL sempat dipukuli suami korban. Dalam praktiknya, AL mengaku bisa mengobati, tetapi nyatanya hanya berbuat cabul.

Kisah tragis ini berawal dari korban yang tengah hamil dan merasa sakit. Beberapa teman merekomendasikan AL yang katanya bisa mengobati dengan memijat. Tanpa pikir panjang, korban lantas meminta AL datang ke rumahnya.

Korban yang hendak diobati menuruti permintaan AL membuka pakaiannya untuk dipijat. Saat melakukan praktiknya itu, pintu kamar dikunci oleh AL. Saat praktik itu, AL mencabuli korban dengan kedok mengobati.

Suami korban yang kemudian dilapori istrinya itu lantas marah dan memukuli AL serta melaporkannya ke polisi.

Seusai penangkapan AL, Kepala Kepolisian Resor Badung Ajun Komisaris Besar Beny Arjanto mengatakan, AL mengaku sudah mencabuli empat pasien perempuan. "Ya, kami menangkapnya di rumah korban terakhir," katanya, Rabu (11/1/2012).

Karena perbuatannya, AL terancam Pasal 289 KUHP tentang Pencabulan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.