Umat Tri Darma Kudus Gelar Perayaan Bwee Gee - Kompas.com

Umat Tri Darma Kudus Gelar Perayaan Bwee Gee

Kompas.com - 08/01/2012, 21:30 WIB

KUDUS, KOMPAS.com - Umat Tri Darma Klenteng Hok Hien Bio, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggelar perayaan Bwee Gee a tau pergantian tahun Imlek.

Dalam perayaan itu, mereka menggelar doa bersama memohon kesejahteraan, kesehatan, serta mendoakan bangsa dan negara agar menghargai keberagaman dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Pembina Yayasan Klenteng Hok Hien Bio, Go Tjwan Bing, Minggu (8/1/2012), mengatakan, perayaan Bwee Ge merupakan tradisi menutup tahun Imlek sebelumnya 2562 sekaligus mempersiapkan menyambut Imlek berikutnya 2563. Perayaan itu sekaligus ungkapan syukur umat Tri Darma atas bumi yang merupakan wadah be rbagai elemen hidup yang menghidupi manusia, seperti air, udara, tanaman, dan hewan.

Di bumi pula kami bertempat tinggal, membangun keluarga, bekerja, dan mengolah berbagai sumber daya alam untuk hidup. Di bumi kami mendapatkan kesejahteraan, kesehatan, d an keselamatan. Untuk itulah kami bersyukur, kata dia.

Tidak hanya itu, Go Tjwan Bing menambahkan, umat Tri Darma berdoa pula bagi keselamatan bangsa dan negara. Pasalnya, belakangan ini nilai-nilai kemanusiaan dan penghargaan atas keberagaman terancam pudar.

Kami berharap semua orang dari berbagai latar belakang mampu berjalan bersama membangun Indonesia yang lebih baik, kata dia.

P erayaan Bwee Gwe di ikuti sekitar 1.500 umat Tri Darma dari 31 klenteng. Mereka mengarak kongco dan makco pelindung klenteng, serta cengge atau tokoh-tokoh legendaris, seperti Dewi Kwan Im dan Son Go Kong, mengelilingi kota Kudus.

Ritual tang sien atau penghubung antara dunia manusia dengan dunia dewa dari Klenteng Lo Cia Bio, Jakarta, turut meramaikan perayaan itu. Dalam ritual itu, yang menjadi penghubung dunia dewa adalah manusia. Dia seperti mengalami lou tung atau berperilaku di bawah kesadaran seperti bukan dirinya.

Umat Tri Dharma meyakini para tang sien dimasuki dewa abadi. Untuk membuktikan itu, mereka menggores tubuh dengan pedang dan menusuk mulut dengan jarum lima tang sien atau Wuying Zhen.

Jarum itu melambangkan para panglima dari lima tang sien pasukan Kerajaan Langit. Para tang sien juga diyakini sebagai pendoa untuk kesembuhan, pengajar kebaikan, dan penambah keyakinan umat terhadap para dewa.

"Kami berharap di tahun naga air ini rezeki selalu berlimpah dan persaudaraan antar umat berbeda latar belakang bertambah erat dan tidak saling mementingkan kelompoknya," kata Tony Wiryawan (45), salah satu peserta perayaan Bwee Gee. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorRobert Adhi Ksp

    Close Ads X