Bahasa Daerah di Papua Barat Terancam Punah

Kompas.com - 13/12/2011, 21:14 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

Pudarnya penggunaan bahasa daerah mengancam nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung pada bahasa, yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia. Identitas masyarakat perlahan tergerus, karena generasi muda tidak memahami dan menggunakan bahasa daerahnya.

Jika pemerintah dan lembaga adat tidak memperhatikan hal ini, dalam 10 tahun lagi besar kemungkinan 25 sampai 30 bahasa daerah di Papua Barat akan hilang.

Untuk melestarikan bahasa-bahasa daerah tidak mudah. Selama ini, hanya kalangan akademisi yang antusis mendokumentasikan bahasa daerah, sedangkan dukungan pemerintah daerah dan DPR di daerah belum ada. Bahkan, lembaga-lembaga adat yang dibentuk di tiap kabupaten/kota, lebih tertarik membahas politik ketimbang eksistensi bahasa dan budaya masyarakatnya.

Mofu menambahkan, Pemprov Papua Barat belum punya balai bahasa seperti di Jayapura, Papua, yang berperan untuk melestarikan bahasa daerah.

Unipa yang memiliki fakultas sastra, butuh dukungan pemda berupa dana penelitian untuk mendokumentasikan bahasa-bahasa daerah. Semakin banyak yang terekam dan diteliti, harapan mempelajari kembali bahasa daerah makin terbuka lebar.

Pendokumentasian dan pelestarian bahasa daerah masih bersifat personal. Bahasa daerah juga belum dijadikan pelajaran muatan lokal di SD dan SMP. Akibatnya anak-anak tidak tahu bahasa daerahnya. Sekarang ini, baru satu SMP Don Boscho di Fakfak yang mulai memberikan pelajaran bahasa daerah (bahasa iha) kepada murid-muridnya.

 

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X