9 Penyandang Tuna Rungu Bersepeda Jakarta-Bali

Kompas.com - 11/12/2011, 09:44 WIB
EditorHery Prasetyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 9 penyandang tuna rungu menjelajah Jakarta-Bali dengan menggunakan sepeda. Mereka berangkat dari Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pukul 08.00 WIB, Minggu (11/12/2011) dan diharapkan sampai di Bali pada 1 Januari 2012.

Kesembilan penggowes yang juga penyandang tuna rungu tersebut adalah Rahma, Yunaram Siswadi, Rico, Sanisan Sanja, Ishak, Wahyu, Oyi, dan Alriyanto. Mereka akan menyusuri rute Jakarta, Bandung, Cirebon, Brebes, Pekalongan, Semarang, Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Ngawi, Jombang, Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, Banyuwangi, Gilimanuk, Ketapang, dan Denpasar.

"Khusus Jakarta ke Bandung memakan waktu dua hari. Sedangkan di Bali kami akan menggowes sekitar tiga hari," kata Rahma, ketua perjalanan yang juga satu-satunya peserta wanita.

Meski tuna rungu, Rahma bisa berbicara dengan baik dan jelas. Dia kadang juga bisa membaca mimik lawan bicara. Hanya, dalam hal tertentu, dia mengajak berkomunikasi dengan tulisan lewat layar SMS.

Menurut Rahma, didampingi suami yang juga peserta, Yunara, kegiatan ini dilaksanakan karena desakan rekanrekannya. Semula, Rahma dan Yunara yang sesama tuna rungu, melakukan jelajah sepeda keliling Indonesia selama setahun. Berangkat pada 11 Agustus 2009 dan kembali lagi ke Jakarta pada 28 Oktober 2010.

Ternyata, petualangan mereka menginspirasi penderita tuna rungu lainnya. Maka, mereka pun menggelar jelajah sepeda Jakarta-Bali dengan peserta 9 penderita tuna rungu.

"Seperti yang kami lakukan dulu, kegiatan ini untuk mengampanyekan penggunaan sepeda. Selain itu, kami ingin memberi semangat kepada penderita tuna rungu lain bahwa kami bisa melakukan hal sama seperti halnya orang normal," jelas Yunara yang memiliki kata dan kalimat yang runtut dan cukup jelas.

Sementara itu Ketua Bike To Work, Toto Sugito mengatakan, pihaknya memberi dukungan moral dan semangat. Setiap perhentian, mereka akan disambut komunitas Bike To Work.

"Kami sudah menginformasikan hal ini ke cabang-cabang Bike To Work di semua tempat yang dilewati. Kita akan berusaha menyambut dan membuat keramaian, sehingga misi kampanye ini biar lebih efektif," kata Toto Sugito.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X