Briptu Norman Bisa Diberhentikan dengan Tidak Terhormat?

Kompas.com - 05/12/2011, 22:18 WIB
|
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo Ajun Komisaris Besar Lisma Dunggio menyatakan, kemungkinan dalam sidang kode etik yang digelar Polda Gorontalo, Selasa (6/12/2011), Briptu Norman akan diberhentikan secara tidak terhormat. Pasalnya, baru menjalani masa ikatan dinas selama 6 tahun, Briptu Norman tiba-tiba mengajukan surat pengunduran diri.

Padahal, ia seharusnya menjalani masa ikatan dinas selama 10 tahun. Selain itu juga karena ia mangkir dari tugasnya sebagai anggota korps Brimob Polda Gorontalo karena sibuk "manggung".

"Kemungkinan besar dia akan diberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dalam sidang besok. Diberhentikan tidak dengan hormat," ujar Lisma saat dihubungi wartawan, Senin.

Menurut Lisma, saat mengikuti salah satu sidang etiknya, Norman memang mengaku lelah menjadi anggota kepolisian. Oleh karena itu, ia memilih keluar dari institusi Polri dan menjadi penyanyi.

"Dia pernah ditanya, kalau tidak setenar sekarang, apa akan tetap keluar dari polisi, dia bilang tidak. Artinya kan dia kalau tidak tenar tidak akan keluar dari polisi. Tapi alasan utamanya karena capek itu," jelas Lisma.  

Menurut Lisma, keluarga termasuk memegang andil keputusan Norman untuk mengundurkan diri dari Polri. Kemungkinan, kata Lisma, karena penghasilan menjadi penyanyi lebih besar dibanding jika ia menjadi polisi.

"Katanya sih inisiatifnya sendiri. Tapi saya rasa tetap ada pengaruh dari keluarganya karena uangnya sedikit dibandingkan dengan di dunia artis yang uangnya banyak," tuturnya.  

Menurut Lisma, Polda Gorontalo pernah menyarankan Norman untuk pindah tugas di wilayah Jakarta, seperti di Mako Brimob Kelapa Dua ataupun di Polda Metro Jaya. Hal itu dilakukan agar ia tetap dapat mengembangkan kariernya di dunia tarik suara di Jakarta, tanpa harus meninggalkan pekerjaannya. Namun, Norman enggan mengubah keputusannya.

"Sudah beberapa kali disampaikan solusi itu. Cuma dia tetap memaksa ingin keluar karena capek," pungkas Lisma.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.