Aktivitas Gamalama Fluktuatif

Kompas.com - 05/12/2011, 17:31 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

AMBON, KOMPAS.com- Sejak Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara, mengeluarkan abu vulkanik pada pukul 00.08 WIT, Senin (5/12/2011) dinihari, aktivitas gunung tersebut fluktuatif. Pihak Pos Pemantauan Gunung Api Gamalama belum bisa memprediksi apakah gunung akan meletus atau tidak.

"Aktivitasnya fluktuatif. Senin siang sempat terjadi penurunan tetapi meningkat lagi pada sore hari. Sore hari ini, gempa tremor terus-menerus terjadi dengan amplitudo maksimum 45 milimeter, dan abu vulkanik pun masih menyembur. Ketinggiannya sekitar 1.000 meter," kata Kepala Pos Pemantauan Gunung Api Gamalama Darno Lamane, yang dihubungi dari Ambon, Senin (5/12/2011).

Darno yang berada di Ternate mengatakan, pihaknya masih terus memantau apakah aktivitas gunung itu menunjukkan bahwa gunung bakal meletus atau justru sebaliknya. Karena belum bisa memastikan, ditambah lagi aktivitas gunung yang masih tinggi, hingga pukul 18.00 WIT, status gunung berapi tersebut masih siaga.

Status siaga merupakan level III dalam isyarat kewaspadaan gunung berapi aktif. Gunung berapi dinyatakan akan meletus jika statusnya berada di level IV atau awas.

Dengan status yang masih siaga, Darno meminta warga di daerah rawan bencana I dan rawan bencana II atau dalam radius 3,5 kilometer dari puncak gunung, untuk tetap waspada.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

    Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

    Regional
    Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

    Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

    Regional
    Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

    Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

    Regional
    Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

    Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

    Regional
    Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

    Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

    Regional
    Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

    Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

    Regional
    Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

    Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

    Regional
    Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

    Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

    Regional
    Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

    Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

    Regional
    [POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

    [POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

    Regional
    Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

    Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

    Regional
    Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

    Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

    Regional
    'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

    "Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

    Regional
    Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

    Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

    Regional
    Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

    Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X