Inilah Identitas 13 dari 18 Korban di Mahakam - Kompas.com

Inilah Identitas 13 dari 18 Korban di Mahakam

Kompas.com - 29/11/2011, 08:27 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com — Tim SAR gabungan sejak Selasa (29/11/2011) dini hari kembali menemukan lima jasad korban dari reruntuhan jembatan Kutai Kartanegara. Mulanya, pukul 00.20, tim SAR menemukan jasad laki-laki berada 100 meter dari jembatan. Kemudian berselang 10 menit, tim SAR kembali lagi menemukan jasad laki-laki di lokasi yang sama.

Dalam kondisi gelap malam itu, tim SAR yang terus bersiaga kembali lagi menemukan jasad perempuan pada pukul 01.05. Jasad itu berada 200 meter dari jembatan. Semua jasad itu langsung dievakuasi ke Rumah Sakit AM Parekesit, Tenggarong.

Kasubsi Operasi Kantor SAR Balikpapan Abram S Kolimon menjelaskan, hingga Selasa (29/11/2011) pagi, telah ada lima jasad, termasuk ketika tim TNI AL menemukan satu jasad laki-laki lagi pada pukul 07.00 di Desa Jembayan. "Kondisi jasad lebih rusak daripada jasad yang ditemukan sebelumnya. Jasad yang ditemukan lebih bengkak," katanya.

Dengan penemuan lima jasad yang mengapung di Sungai Mahakam hingga pagi ini, total jumlah jasad korban jembatan runtuh mencapai 18 orang. Jasad itu lalu diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Timur. Sebanyak 13 jasad telah diidentifikasi dan beberapa telah diambil keluarga korban untuk dimakamkan.

Berikut identitas 13 jasad korban:
1.  M Fariuz, laki-laki (22 tahun), Jalan Danau Aji Tenggarong.
2.  Agus, laki-laki (25 tahun), Gang Wakab Tenggarong.
3.  Alisyah, perempuan (6 bulan), Kecamatan Loa Kulu, Tenggarong.
4.  Fadlan, laki-laki (17 tahun), Desa Jongkang, Tenggarong Seberang.
5.  Iskandar alias Kondoy, laki-laki (35 tahun), Kelurahan Timbau, Tenggarong.
6.  Samsul, laki-laki (24 tahun), Tenggarong Seberang.
7.  Supriyadi, laki-laki (31 tahun), MT Haryono, Kecamatan Loa Kulu, Tenggarong.
8.  Huzairi, laki-laki (40 tahun), Perumahan Puri Sungai Kapih, Samarinda.
9.  Erli Erlianah, perempuan (39 tahun), Jalan Seluang Tenggarong.
10. Alisha, perempuan (9 tahun), Jalan Jenderal Ahmad Yani, Loa Kulu.
11. Rusmini, perempuan (30 tahun), Loa Kulu.
12. Robiansyah, laki-laki, Teluk Dalam.
13. Aldi, laki-laki (12 tahun), Loa Kulu.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorGlori K. Wadrianto

    Terkini Lainnya

    Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

    Kerugian Negara Dikembalikan, Pejabat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Sampah Tidak Ditahan

    Regional
    Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

    Alasan 6 KPU Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih

    Nasional
    Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

    Universitas Brawijaya Raih Juara Umum UTU Award 2018

    Edukasi
    Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

    Sebuah Gudang Bank BNI di Kota Palopo Terbakar

    Regional
    KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

    KPK Telusuri Pembahasan Rencana Tata Ruang Terkait Proyek Meikarta

    Nasional
    Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

    Pekerja Proyek Pembangunan Bandara NYIA Tewas Setelah Terjatuh ke Saluran Air

    Regional
    Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

    Saat Ketua KPK Blusukan ke Sungai Mahakam dan Temukan Penumpukan Batubara Ilegal

    Regional
    Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

    Tim Mapagama UGM Siap Arungi Sungai Franklin Australia

    Edukasi
    Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

    Kasus Jamal Khashoggi, Saudi Tak Bakal Turuti Permintaan Turki

    Internasional
    Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

    Poster Jokowi-Ma'ruf Dipasang di Tempat Ibadah di Garut, Tim Lakukan Investigasi

    Nasional
    6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

    6 Provinsi Belum Selesaikan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu

    Nasional
    Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi 'Online' Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

    Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi "Online" Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

    Regional
    Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

    Kelompok Kerja Guru Mandiri Melawan 'Efek Mattew' di Kaltara

    Edukasi
    Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

    Jika Perang Lawan Rusia dan China, AS Terancam Kalah

    Internasional
    Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

    Kisah Henita Cari Anak Pasca-gempa di Petobo, Melacak dengan Cinta hingga Ucapan Ulang Tahun

    Regional

    Close Ads X