Pertambangan, Investasi Terbesar di Koridor V

Kompas.com - 19/11/2011, 23:32 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

NUSA DUA, KOMPAS.com - Koridor V Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia sudah memiliki 136 proyek investasi senilai Rp 210 triliun.

Meski koridor V yang meliputi Bali dan Nusa Tenggara difokuskan menjadi pintu gerbang pariwisata dan penunjang pangan, nilai investasi terbesar justru di pertambangan.

Ò Pertambangan dominan karena nilai investasi di sektor itu sangat besar,Ó kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu usai rapat kerja koridor V di Nusa Dua, Bali, Sabtu (19/11/2011). Sektor pertambangan sebagian besar di Nusa Tenggara Timur.

Total nilai investasi di koridor V terdiri sektor pertambangan sebesar 36 persen, infrastruktur 32 persen, dan pariwisata 28 persen. Sektor lainnya adalah peternakan sebesar 3,3 persen dan perikanan 0,6 persen. Investor terbanyak dari swasta asing dan dalam negeri sebanyak 60 persen.

Meski demikian, Mari mengatakan sektor pariwisata tetap menjadi prioritas terutama s etelah Taman Nasional Komodo di NTT menang dalam ajang tujuh keajaiban baru. Besarnya nilai investasi di sektor infrastruktur merupakan salah satu cara untuk mengembangkan pariwisata.

Misalnya, pada tahun ini Bandara Internasional Lombok sudah diresmikan. Langkah selanjutnya adalah menggarap infrastruktur untuk mengembangkan wilayah wisata Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ò Artinya, keperluan jalan, listrik, dan air harus ditingkatkan,Ó kata Mari.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Subiksu menga takan pembangunan infrastruktur juga masih sangat penting di Bali. Infrastruktur yang sedang dikerjakan adalah pembangunan Pelabuhan Kapal Pesiar Tanah Ampo dan perluasan Bandara Internasional Ngurah Rai. Selain itu, Bali juga masih akan membangun satu ba ndara lagi di Kabupaten Buleleng.

Dalam rapat kerja itu, Mari mengatakan, pihaknya sedang mengevaluasi 136 proyek investasi itu. Setiap proyek akan dilihat kendalanya dan dicarikan solusinya. Pada akhir November ini, tim kerja Koridor V akan berkeliling di Bali, NTT, dan NTB untuk mengecek proyek-proyek itu.

Target naik Mari mengatakan percepatan pembangunan ini akan mampu mendukung pencapaian target wisatawan sebanyak 8 juta wisatawan pada tahun 2012. Target ini naik dari target 7,7 juta wisatawan pada tahun 2011.

"Harus optimistis karena sektor pariwisata lebih tahan terhadap krisis ekonomi," kata Mari. Untuk lebih memperbesar pencapaian target itu, pemerintah mengincar wisatawan dari negara yang tidak terkena krisis seperti China, India, dan Australia.

Direktur Utama Garuda Indonesia yang juga wakil ketua tim kerja di koridor V Emirsyah Satar mengatakan krisis akan membuat penerbangan jarak pendek diminati. "Secara regional, penerbangan ke Indonesia akan diminati karena lebih murah dan menarik," Katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.