Harga Pala dan Cengkeh Terpengaruh Krisis Eropa

Kompas.com - 18/11/2011, 14:10 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

AMBON, KOMPAS.com — Harga jual pala, bunga pala, dan cengkeh di Maluku terus menurun sejak tiga pekan terakhir. Penurunan harga diduga dipicu berkurangnya pembeli dari sejumlah negara di Eropa sebagai imbas krisis ekonomi yang terjadi di kawasan tersebut.

Samuel, pemilik UD Sama Rasa, perusahaan yang bergerak di bidang jual beli hasil bumi di Ambon, Maluku, Jumat (18/11/2011), mengatakan, sejak tiga pekan terakhir, harga pala dan bunga pala terus menurun. Harga pala yang sebelumnya Rp 135.000 per kilogram (kg), sekarang turun menjadi Rp 120.000 per kg. Begitu pula harga bunga pala (fuli) yang sebelumnya bisa mencapai Rp 225.000 per kg turun menjadi sekitar Rp 170.000 per kg.

Penurunan harga pala dan bunga pala diduga dipicu berkurangnya pembeli dari sejumlah negeri di Eropa sebagai imbas krisis ekonomi yang terjadi di kawasan tersebut. Pala dan bunga pala yang dihasilkan di sejumlah daerah di Maluku kebanyakan diekspor ke negara-negara di Eropa melalui Surabaya.

Selain pala, harga cengkeh pun terkena imbas dari krisis yang terjadi di Eropa. Harga cengkeh yang sebelumnya bisa mencapai Rp 160.000 per kg turun menjadi tinggal Rp 120.000 per kg. Penurunan harga pun terjadi sejak sekitar dua pekan lalu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Regional
Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Regional
Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Regional
Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Regional
PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

Regional
Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Regional
Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Regional
Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Regional
Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Regional
48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

Regional
Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Regional
Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Regional
Wali Kota Meninggal, Perkantoran di Banjarbaru Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Wali Kota Meninggal, Perkantoran di Banjarbaru Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Regional
22 Rumah di Kampung Adat Sumba Barat Hangus Terbakar

22 Rumah di Kampung Adat Sumba Barat Hangus Terbakar

Regional
Seorang Pasien Covid-19 di Kulon Progo Meninggal, Punya Penyakit Asma

Seorang Pasien Covid-19 di Kulon Progo Meninggal, Punya Penyakit Asma

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X