Penutupan Akses Freeport Tetap Dilakukan

Kompas.com - 31/10/2011, 15:14 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

TIMIKA, KOMPAS.com — Karyawan PT Freeport Indonesia bergeming dengan peringatan dari Kepolisian Resor Mimika. Ribuan karyawan masih mogok kerja dan menutup akses masuk ke areal Freeport.

Pantauan Kompas di Checkpoint 1, Mil 28 (Km 45), areal PT Freeport, Senin (31/10/2011), ribuan karyawan masih berkumpul di sana. Mereka tidak terpengaruh dengan peringatan dari Kepolisian Resor Mimika agar karyawan mengosongkan Checkpoint 1 (CP 1) dan dua akses masuk lainnya ke areal PT Freeport sebelum hari Rabu (2/11/2011).

Ketua Bidang Organisasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Freeport Indonesia Virgo H Solossa di Timika, Senin, mengatakan, karyawan menolak membuka akses masuk ke areal PT Freeport sebelum ada iktikad baik dari pihak manajemen untuk memperbaiki kesejahteraan karyawan.

Oleh karena itu, Virgo berharap pihak kepolisian bertindak bijaksana dalam menyikapi masalah yang ada. "Biarkan perundingan antara pihak karyawan dan manajemen yang sudah berjalan baik sejak sepekan terakhir dituntaskan," tambahnya.

Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Freeport Indonesia (SPSI PT Freeport Indonesia) yang mewakili karyawan dalam perundingan dengan pihak manajemen meminta waktu satu minggu sejak hari Jumat (28/10/2011) sebelum kemudian berunding kembali. Ini mereka lakukan untuk memikirkan cara lain yang bisa meningkatkan kesejahteraan karyawan mengingat kenaikan upah pokok sebesar 30 persen adalah penawaran akhir dari pihak manajemen.

Juru Bicara PT Freeport Indonesia Ramdhani Sirait yang dihubungi terpisah mendukung peringatan kepolisian terhadap aksi karyawan. "Manajemen dari awal telah meminta agar tidak ada blokade akses jalan karena blokade merupakan pelanggaran aksi mogok damai yang dijanjikan oleh SPSI ketika memulai mogok," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.