Surono: Gunung Lokon Masih Berstatus Siaga

Kompas.com - 27/10/2011, 19:52 WIB
EditorBenny N Joewono

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan bahwa status Gunung Lokon yang terletak di Sulawesi Utara masih Siaga.

"Status Gunung Lokon tetap Siaga," kata Surono kepada Antara seusai pembukaan Indonesia Disaster Expo and Conference (IDEC) 2011 di Jakarta, Kamis (27/10/2011).

Surono menyatakan hal tersebut menyusul letusan yang terjadi di Gunung Lokon pada Rabu (26/10/2011) pukul 17.19 Wita. "Terjadi letusan asap kelabu tebal, 1.200 meter dari kawah, dan tertiup angin ke arah barat daya," katanya.

Dia juga mengatakan, letusan tersebut diikuti lontaran material pijar sejauh 800 meter di sekitar Kawah Tompaluan. "Disusul letusan kedua pada pukul 17.30 Wita dengan ketinggian asap letusan 500 meter dari Kawah Tompaluan," katanya.

Surono menambahkan, berdasarkan laporan yang dia terima, belum ada korban jiwa akibat letusan Gunung Lokon tersebut. "Kami belum mendapatkan laporan adanya korban jiwa pada peristiwa letusan tersebut," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya memberikan rekomendasi bahwa zona aman adalah 2,5 kilometer dari Kawah Tompaluan. "Kami juga menetapkan status Gunung Lokon masih Siaga," katanya.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

    MLTR Mendapat Sambutan Hangat Saat Konser di Semarang

    Regional
    Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

    Fakta Lengkap Banjir dan Longsor di Agam, Diduga karena Pembalakan Liar hingga Tetapkan Status Tanggap Darurat

    Regional
    [POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

    [POPULER NUSANTARA] Respon Wishnutama soal Bali Tak Layak Dikunjungi | Driver Ojek Online Minta Maaf

    Regional
    Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

    Fakta Bali Disarankan Tak Dikunjungi Pada 2020, Tanggapan Pemerintah hingga Akan Kumpulkan Pelaku Pariwisata

    Regional
    Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

    Angin Puting Beliung di Enrekang, 6 Rumah Rusak, 1 Nyaris Roboh

    Regional
    Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

    Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

    Regional
    Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

    Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

    Regional
    Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

    Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

    Regional
    Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

    Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

    Regional
    Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

    Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

    Regional
    Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

    Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

    Regional
    Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

    Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

    Regional
    Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

    Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

    Regional
    Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

    Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

    Regional
    Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

    Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X