Muncul Gerakan Selamatkan Anjing Palembang

Kompas.com - 25/10/2011, 13:16 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

PALEMBANG, KOMPAS.com - Reaksi keras menentang pembasmian anjing di Palembang, Sumatera Selatan, guna menyambut SEA Games XXVI muncul di jejaring sosial twitter. Gerakan boikot SEA Games di Palembang dan savepalembangdogs menjadi topik hangat sepanjang Selasa (25/10/2011).

Beberapa reaksi keras di twitter itu di antaranya dari akun GersonBOGRES yang menulis Demi kehidupan saya mengecam SEA Games. Semoga Tuhan membalasnya, dan dari akun PutraRU yang menulis sampai kemarin, gw masih mau nonton cabang anggara SEA Games. Setelah pembantaian anjing ini, gw BOIKOT!

Gerakan ini muncul menyusul pemberitaan di sebuah media online lokal mengenai pembasmian anjing oleh Dinas Peternakan Sumatera Selatan untuk menyambut SEA Games yang berlangsung di Palembang, 11-22 November mendatang.

Grup Boycott SEA Games 26 th Indonesia Mass Dogs and Cats Murder juga telah dibentuk di facebook dengan jumlah peserta mencapai ratusan orang.

Di salah satu postingnya, grup ini juga mengumumkan perekrutan relawan dari Palembang dan Jakarta untuk menyelamatkan anjing dan kucing di Palembang. Relawan bantuan Palembang, diutamakan yang berdomisili di sekitar Palembang sehingga akan menjadi lebih murah biayanya. Kalau relawan dari Jakarta sudah makan ongkos PP Jakarta-Palembang ... , demikian posting tersebut.

Di Palembang sendiri, belum terlihat adanya reaksi atas kebijakan pembasmian anjing liar yang ditetapkan Dinas Peternakan Sumsel itu. Pembasmian ini rencananya baru akan dilangsungkan Sabtu (29/10/2011) ini di kawasan Jakabaring.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

    Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

    Regional
    Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

    Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

    Regional
    Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

    Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

    Regional
    Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

    Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

    Regional
    Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

    Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

    Regional
    Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

    Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

    Regional
    Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

    Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

    Regional
    Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

    Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

    Regional
    750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

    750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

    Regional
    Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

    Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

    Regional
    Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

    Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

    Regional
    Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

    Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

    Regional
    Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

    Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

    Regional
    Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

    Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

    Regional
    [POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

    [POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X