BMKG Denpasar: Tidak Ada Potensi Tsunami

Kompas.com - 13/10/2011, 10:47 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

DENPASAR, KOMPAS.com — Gempa kuat yang mengguncang Bali, Kamis (13/10/2011) pagi tidak berpotensi tsunami. Demikian pernyataan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Denpasar.

"Tidak ada potensi tsunami, tetapi tetap waspada," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar Wayan Suardana. Ia mengatakan, pusat gempa sekitar 136 kilometer di sebelah selatan Kuta.

BMKG Denpasar mencatat kekuatan gempa 6,5 skala Richter (SR) lebih kecil dari data yang dilansir BMKG Pusat. Gempa menggoyang Bali sekitar pukul 11.25 Wita. Sampai tulisan ini diuat belum ada laporan kerusakan akibat gempa.

Gempa terasa sekitar hampir satu menit dan cukup keras. Sebuah jumpa pers yang dihadiri Kompas dan beberapa wartawan di kawasan Renon, Denpasar, sempat terhenti, dan semua meninggalkan ruangan. Beberapa warga membunyikan kul-kul (kentongan khas Bali) sebagai peringatan. 

Sementara itu, informasi yang dilansir situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika kekuatan gempa 6,8 skala Richter. Badan Geologi AS atau United States Geological Survey (USGS) mencatat kekuatan gempa dengan magnitud 6.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, Bagi Pelanggar Akan Ditindak

    Dilarang Unjuk Rasa hingga Pelantikan Presiden, Bagi Pelanggar Akan Ditindak

    Regional
    Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

    Cerita di Balik Siswa SMP Gantung Diri di Kupang, Tinggalkan Surat Wasiat hingga Tak Bisa Bunuh Ayahnya

    Regional
    Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

    Kabut Asap Kiriman Masuk Sumbar, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

    Regional
    Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

    Saling Ejek dan Pukul, Siswa di Bantul Meninggal Dunia

    Regional
    Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

    Bupati Indramayu Kena OTT KPK, Wagub Uu Prihatin

    Regional
    Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

    Gaet Investor Asing, Jawa Barat Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis

    Regional
    Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

    Posting Status Nyinyir tentang Penusukan Wiranto, Dosen Untidar Magelang Diperiksa

    Regional
    Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

    Tol Palindra Diselimuti Kabut Asap Tebal, Pengendara Diminta Waspada

    Regional
    Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

    Diguyur Hujan 4 Hari, Karhutla di Gunung Kanaga Bogor Akhirnya Padam

    Regional
    RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

    RS, Pelajar SD Korban Bullying, Kini Bisa Tersenyum dan Berniat Umrahkan Ibu

    Regional
    Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

    Gubernur Daerah Ini Ancam Tarik Semua Bantuan jika Penerima Merokok, Pengadu Diberi Rp 500.000

    Regional
    Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

    Tuturangiana Andala, Tradisi Warga Pulau Makassar Mengetuk Pintu Rezeki di Laut

    Regional
    Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

    Fakta Baru Pembunuhan “Debt Collector”, Pelaku Berniat Santet Korban

    Regional
    Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

    Fakta Kasus Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri, Sakit Hati hingga Terancam 5 Tahun Penjara

    Regional
    Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

    Siswa SMP di Kupang Bunuh Diri Karena Tak Bisa Bunuh Ayahnya

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X