Bakteri Penyebab Difteri Cepat Menular

Kompas.com - 09/10/2011, 22:33 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

SURABAYA, KOMPAS.com Bakteri yang memicu penyakit difteri bisa menular dengan sangat cepat. Oleh karena itu, mereka yang rentan tertular bakteri tersebut dan tinggal dalam satu lingkungan dengan penderita harus segera diimunisasi agar tidak tertular.

Pakar penyakit tropik dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof Ismoedijanto menuturkan, difteri adalah penyakit infeksi karena bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini bisa menular dengan sangat cepat sehingga saat masuk rumah sakit, pasien difteri biasanya diisolasi.

Penyakit ini juga mematikan. Jika infeksinya berat, maka seseorang yang tertular bisa meninggal pada hari ketiga atau keempat. Penderita rata-rata meninggal karena bakteri mengeluarkan racun yang mengganggu fungsi jantung, ginjal, atau pernapasan.

Menurut dia, penyakit ini menular pada mereka yang belum pernah mendapat imunisasi saat bayi. Selain itu, mereka yang mendapat imunisasi tidak lengkap juga rentan tertular. "Penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi," ucapnya, Minggu (9/10/2011).

Anak-anak paling rentan tertular penyakit ini. Namun, remaja dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi juga bisa tertular. "Dua bulan lalu ada satu santri di sebuah pesantren yang terkena difteri. Agar tidak tertular, sekitar 1.600 santri di pesantren itu langsung diimunisasi," ujarnya.

Sejak Januari hingga sekarang, ada 328 orang yang terkena difteri di Jawa Timur. Sebagian besar adalah anak-anak. Dari jumlah itu, 11 orang meninggal dunia.

Sebelumnya diberitakan, dalam 10 bulan terakhir sudah 328 anak meninggal akibat difteri di berbagai wilayah di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur kemudian menetapkan kondisi luar biasa difteri di seluruh Jawa Timur, meskipun sebaran terbanyak ada di 11 kabupaten/kota.

Terhadap data itu, Ismoedijanto meluruskan bahwa yang benar 328 orang terinfeksi, dan 11 orang di antaranya meninggal.

 

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kisah Sukses Petani Cabai di Sidodadi Ramunia, Panen 25 Ton per Hektar Meski Cuaca Tak Menentu

    Kisah Sukses Petani Cabai di Sidodadi Ramunia, Panen 25 Ton per Hektar Meski Cuaca Tak Menentu

    Regional
    Perjalanan Perkara 4 Petugas Forensik Jadi Tersangka Penistaan Agama karena Mandikan Jenazah Wanita, Kini Kasus Dihentikan

    Perjalanan Perkara 4 Petugas Forensik Jadi Tersangka Penistaan Agama karena Mandikan Jenazah Wanita, Kini Kasus Dihentikan

    Regional
    Bocah 10 Tahun Meninggal, Ternyata Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal, Keluarga Bersedia Bongkar Makam

    Bocah 10 Tahun Meninggal, Ternyata Diduga Diperkosa Orang Tak Dikenal, Keluarga Bersedia Bongkar Makam

    Regional
    Minta Tolong karena Tercebur ke Tambak, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi, Ternyata...

    Minta Tolong karena Tercebur ke Tambak, Pria Ini Malah Ditangkap Polisi, Ternyata...

    Regional
    Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

    Perjuangan Bocah SD Hidupi Orangtuanya yang Lumpuh, Ayah: Dia yang Urus Makan, Minum dan Bersihkan Kotoran Kami

    Regional
    Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

    Genap Setahun 13 Maret, Dinkes Sebut Kasus Covid-19 Jateng Pertama Ditemukan di Solo

    Regional
    Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

    Cerita di Balik Pasutri Punya 16 Anak di Malang, Berawal Ingin Anak Laki-laki dan Tinggal di Kontrakan

    Regional
    Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Ingin Kembalikan dengan Dicicil tapi Ditolak

    Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Ingin Kembalikan dengan Dicicil tapi Ditolak

    Regional
    Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Temanggung Sasar Guru hingga Sopir Angkutan Umum

    Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Temanggung Sasar Guru hingga Sopir Angkutan Umum

    Regional
    Gara-gara Tercebur di Tambak, Pria Ini Terungkap Habis Nyabu

    Gara-gara Tercebur di Tambak, Pria Ini Terungkap Habis Nyabu

    Regional
    Bupati Pekalongan Jelaskan Penyebab Banjir di Empat Kecamatan Belum Juga Surut

    Bupati Pekalongan Jelaskan Penyebab Banjir di Empat Kecamatan Belum Juga Surut

    Regional
    Bupati Batang Izinkan Sekolah di Zona Hijau Covid-19 Gelar KBM Tatap Muka

    Bupati Batang Izinkan Sekolah di Zona Hijau Covid-19 Gelar KBM Tatap Muka

    Regional
    Tergiur Setiap Hari Dapat Rp 50 Juta, Dua Pria Ini Nekat Jual Sabu

    Tergiur Setiap Hari Dapat Rp 50 Juta, Dua Pria Ini Nekat Jual Sabu

    Regional
    Ini Alasan Kejaksaan Hentikan Kasus 4 Petugas Forensik yang Mandikan Jenazah Wanita

    Ini Alasan Kejaksaan Hentikan Kasus 4 Petugas Forensik yang Mandikan Jenazah Wanita

    Regional
    Adik Kandung Wagub Maluku Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Speedboat

    Adik Kandung Wagub Maluku Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Speedboat

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X