Inilah Isi Selebaran di Lokasi Ledakan

Kompas.com - 07/10/2011, 09:53 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Tepat di depan Lokasi ledakan ATM BRI dan BNI di Jalan Gejayan, Yogyakarta,  dini hari tadi, ditemukan selebaran berisi hujatan terhadap negara, korporasi, polisi, dan militer.

Beriku adalah isi selebaran itu:

Negara-korporasi-polisi-militer adalah teroris sebenarnya. "Pemberontakan sosial akan terus berlanjut karena mentari terus bersinar".

Kali ini kami mengatakan, bahwa apa yang kami lakukan merupakan puncak dari semua kegelisahan serta kemarahan kami terhadap sistem yang sedang berjalan ini.

Sistem yang memberhalakan uang, sistem yang merecoki keseharian masyarakat dengan televisi, agar mereka membeli barang-barang yang tak mereka perlukan agar mereka terus bekerja seperti mesin.

Sistem yang mengharuskan kami berserta masyarakat lainnya tidak memiliki kendali atas hidup kita sendiri. sistem yang lainnya menguntungkan borjuis, para pebisnis, dan para birokrat negara yang menjadi sekutu setianya.

Bagi kami semua, ini bukan saatnya untuk diam, bukan saatnya untuk tenang menonton acara didepan televisi dan berkata bahwa "semua baik-baik saja".

Untuk setiap penindasan di Papua Barat. Untuk setiap penindasan di Kulonprogo. Untuk setiap penindasan bersejarah di Aceh. Untuk setiap penindasan di Wera, Bima. Untuk setiap penggusuran dan perampasan lahan di Takalar dan Pandan Raya di Makasar.

Untuk setiap penindasan terhadap kawan-kawan kami yang berjauang. Untuk Tukijo dan para kombatan sosial yang mendekam di penjara hanya karena berjuang mempertahankan hak hidupnya. Untuk setiap konsensi hutan yang akan menghancurkan setiap keanekaragaman hayati mengatasnamakan uang dan bisnis!

Dan untuk setiap penjara yang seharusnya terbakar rata dengan tanah! Maka selama negara dan kapitalisme masih eksis, TAK PERNAH AKAN ADA KATA DAMAI ANTARA MEREKA YANG TAK BERPUNYA DENGAN MEREKA YANG BERPUNYA.

Penyerangan terhadap pusat-pusat finansial: atm, bank, gedung korporat adalah target yang penting, karena mereka adalah salah satu kolaborator yang menyebabkan penderitaan dimuka bumi ini. Ini bukanlah terorisme karena kami tidak mengadvokasikan untuk menyerang orang-orang.

Terorisme adalah peperangan antar negara. Terorisme adalah beras dan pangan didapurmu yang semakin menipis. Terorisme adalah bajingan berseragam yang membawa senjata kemana-mana. Terorisme adalah pembantaian orang-orang tak berpunya.

Maka kami mengatakan: sudah cukup! Dan ini juga untuk kalian! Para kombatan yang tak pernah surut untuk berjuang di luar sana, meski kalian harus mendekam di jeruji besi karena keyakinan kalian akan kebebasan: Conspiracy cell of fire (Yunani), kombatan Chile: Tortuga! Lives on! Gabriel Pombo da Silva, Thomas Meyer Falk (Germany) Polikarpus Georgiadis, Revolutionary Straggle! Salut bagi kombatan Manado, Makassar, dan Bandung, kalian adalah inspirasi ditengah ketidak berdayaan masyarakat akan hidup mereka yang semakin tidak menentu dan tak berdaya.

"Biarkan api menyala dalam kegelapan!" Long Live Luciano Tortuga Cell- International Revolutionary Front - FAI.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Fakta Baru Penggerudukan Rumah Mahfud MD, Demonstran Berteriak 'Bunuh' Jadi Tersangka, Polisi Dalami Keterlibatan FPI

    Fakta Baru Penggerudukan Rumah Mahfud MD, Demonstran Berteriak "Bunuh" Jadi Tersangka, Polisi Dalami Keterlibatan FPI

    Regional
    Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

    Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

    Regional
    Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

    Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

    Regional
    Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

    Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

    Regional
    Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

    Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

    Regional
    Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

    Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

    Regional
    Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

    Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

    Regional
    Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

    Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

    Regional
    Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

    Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

    Regional
    Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

    Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

    Regional
    13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

    13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

    Regional
    Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

    Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

    Regional
    Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

    Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

    Regional
    62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

    62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

    Regional
    Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

    Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X