Petani Kawatir Harga Cengkeh Terus Merosot - Kompas.com

Petani Kawatir Harga Cengkeh Terus Merosot

Kompas.com - 06/10/2011, 14:06 WIB

MANADO, KOMPAS.com — Petani di Sulawesi Utara (Sulut) khawatirkan penurunan harga cengkeh yang terus melorot ke tingkat terendah.

"Dalam dua pekan terakhir ini, harga cengkeh turun dari Rp 200.000 ke posisi Rp 150.000 per kilogram  atau turun 25 persen, kami khawatir harga terus melemah terutama saat panen nanti," kata Robby K, salah satu petani di Kecamatan Tombulu, Minahasa, Kamis (6/10/2011).

Robby mengatakan, petani cengkeh baru merasakan dampak positif dari harga cengkeh yang pertama kali dalam sejarah menyentuh hingga Rp 200.000 per kg, terlihat pada tingkat kesejahteraan yang jauh lebih baik tahun ini.

Petani minta pemerintah daerah membuat kebijakan yang memberi harapan kepada petani bahwa harga komoditas unggulan ini tetap mahal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Sanny Parengkuan mengatakan, harga yang menyentuh Rp 200.000 per kilogram tergolong tidak normal.

"Karena tidak normal, maka harga tersebut ada kemungkinan turun dari harga mahal yang selama ini tercipta dan sempat dirasakan petani," kata Sanny.

Kendati harga cengkeh turun hingga Rp 150.000, tetapi, menurut Sanny, harga tersebut masih cukup menguntungkan bagi petani. "Patokan harga di kisaran Rp 150.000, maka petani sudah mengalami keuntungan," kata Sanny.

Cengkeh merupakan komoditas unggulan masyarakat Sulut, lebih 100.000 keluarga di daerah ini menggantungkan pendapatan rumah tangga dari hasil panen cengkeh.

Produksi cengkeh saat panen raya mencapai 12.000 hingga 15.000 ton, sementara panen sedang sekitar 5.000-7.000 ton.


EditorBenny N Joewono

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional

Close Ads X