Pengunjung Ramai, tapi Yang Beli Sedikit...

Kompas.com - 02/10/2011, 13:19 WIB
EditorInggried

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyewa stand di ajang World Batik Summit (WBS) mengeluhkan kurangnya minat pengunjung WBS terhadap kerajinan batik berupa kain. Sepinya minat pengunjung ini berdampak pada meruginya para penyewa stand tersebut.

Seorang penjaga stand Batik Nanas Indah, dari Pamekasan, Madura, Muhammad Munir (50) mengatakan, antusiasme masyarakat (pengunjung) dalam WBS sebenarnya sudah sangat baik. Hal itu ia katakan mengingat ramainya jumlah pengunjung, terlebih pada hari terakhir penyelenggaraan WBS, Minggu (2/10/2011).

Akan tetapi, keluhnya, ramainya pengunjung tidak diimbangi dengan meningkatnya pendapatan. Khususnya bagi para penyewa stand yang menjual batik dalam bentuk kain (bukan pakaian jadi).

"Pengunjungnya banyak, tapi penjualan kurang baik. Pengunjung hanya melihat-lihat saja, dan semua stan kain batik" kata Munir saat ditemui Kompas.com, di arena WBS, di JCC Senayan, Jakarta, hari ini.

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengeluarkan biaya belasan juta rupiah untuk mengikuti WBS. Biaya itu pengeluaran untuk menyewa stand, biaya penginapan, dan biaya operasional lainnya selama mengikuti WBS.  Akan tetapi, sampai hari terakhir belum ada tanda-tanda modikeluarkan  tersebut akan kembali. Padahal, untuk menyewa sebuah stand selama pameran berlangsung, Munir mengaku harus merogoh kocek hampir mencapai Rp 13 juta.

"Selama empat hari mengikuti pameran transaksi penjualan kami tidak lebih dari Rp 5 juta. Bahkan hari ini belum ada satu pembeli pun," keluhnya.

"Setiap tahun kami selalu ikut pameran seperti ini, tapi sejak tiga tahun terakhir, kain batik sepi peminatnya," kata Munir.

World Batik Summit yang berlangsung sejak Rabu (28/9/2011) lalu, akan berakhir hari ini. Pameran ini tak hanya diikuti oleh perajin batik dalam negeri, tetapi juga manca negara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.