Rute Medan-Kutacane Akan Dievaluasi

Kompas.com - 02/10/2011, 07:50 WIB
EditorInggried

MEDAN, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Freddy Numberi menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk mengevaluasi jalur penerbangan Medan-Kutacane, menyusul jatuhnya pesawat komersil jenis Casa 212-200 milik maskapai Nusantara Buana Air (NBA) yang menewaskan 18 orang di pegunungan Bahorok, Langkat, Sumatera Utara.

Berdasarkan hasil analisis sementara, jalur penerbangan Medan-Kutacane tergolong yang paling berat di Indonesia, karena tiupan angin di wilayah itu bisa mencapai 20 hingga 30 knot per jam.

Kekuatan angin itu, disebut Freddy, cukup ampuh mengguncangkan pesawat jenis casa yang berbobot jauh lebih kecil dibandingkan boeing.

“Evaluasi pasti dilakukan, karena ini sangat berkaitan dengan keselamatan penumpang,” kata Freddy di Markas Lanud Medan, Jalan Adi Sucipto, Medan Polonia, Sabtu (1/10/2011).

Untuk sementara, Freddy menduga faktor cuaca menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan maut itu. Sebab dari hasil laporan yang diterimanya, kondisi pesawat naas itu laik terbang. Ia menduga mesin pesawat mengalami turbulence akibat tiupan angin kencang hingga akhirnya jatuh di pegunungan Bahorok, Langkat, Sumatera Utara.

“Masalah bukan pada pesawat, tapi pada cuaca yang sangat buruk,” tandasnya.

Belum dijelaskannya secara rinci siapa-siapa saja yang masuk dalam tim yang akan  mengevaluasi jalur penerbangan tersebut, termasuk langkah alternatif yang akan diambil seandainya jalur Medan-Kutacane tak lagi digunakan.

Tapi, kata Freddy, evaluasi itu akan dilakukan dengan secermat mungkin, demi menghindari terulangnya kecelakaan maut tersebut.

Proses evakuasi yang dilakukan Basarnas dinilainya sudah berjalan sesuai prosedur. Freddy mengaku sama sekali tidak melihat ada kelambanan tim SAR dalam melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat, dan memberikan pertolongan kepada korban. “Medannya memang cukup berat, kalau dikatakan lamban, itu semua karena cuacanya yang sangat buruk. Sudah cukup bagus kerja tim SAR,” tukasnya.

Sebelum Freddy tiba di Medan, rombongan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang berjumlah 10 orang sudah terlebih dahulu tiba di Medan. Namun tak satu pun petugas KNKT bersedia memberikan keterangan kepada wartawan terkait kineja mereka di Medan.

Sumber: Serambi Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.