Pengungsi Bentrok Ambon Masih 1.899 Jiwa

Kompas.com - 21/09/2011, 13:49 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

AMBON, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Ambon secara resmi menetapkan jumlah pengungsi korban konflik antarwarga 11 September 2011 sebanyak 485 kepala keluarga atau 1.899 jiwa.

Penetapan itu didasarkan pada ketiadaan tempat tinggal dari warga tersebut. Hal itu dikatakan ketua posko penanggulangan pengungsi Ambon, Jan Haumasse, saat pertemuan dengan Komisi I DPRD kota Ambon, di Ambon, Rabu (21/9/2011).

Dia mengatakan, ribuan warga lainnya yang saat ini mengungsi karena merasa tidak aman dan bukan berstatus pengungsi akan dipulangkan ke rumah masing-masing mulai hari ini.

Adapun jumlah rumah yang terbakar, rusak berat, dan ringan tercatat sebanyak 268 unit, yakni 226 terbakar, 26 unit rusak berat, dan16 unit rusak ringan.

Menyangkut perbedaan data rumah yang terbakar dan rusak yang dimiliki Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku, Haumasse menampiknya. "Kami selalu berkoordinasi dengan pemprov dalam mendata rumah yang rusak, terbakar, ataupun bantuan-bantuan yang akan diberikan," katanya.

Dia menegaskan, Pemprov Maluku tidak berhak melakukan pendataan kerusakan akibat konflik 11 September lalu karena itu merupakan kewenangan Pemkot Ambon. "Hasil pendataannya akan diserahkan ke Pemprov Maluku untuk diteruskan ke pemerintah pusat ataupun digunakan sebagai acuan untuk merehabilitasi rumah warga yang rusak dan terbakar akibat konflik," ujarnya.

Haumasse menambahkan, pendataan yang dilakukan pihaknya adalah dengan menyebarkan blangko untuk diisi masing-masing keluarga yang sedang mengungsi, menyangkut jumlah anggota keluarga, lokasi tempat tinggal, serta lokasi penampungannya.

Setelah itu, anggota posko akan turun ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi berdasarkan blangko yang diisi masing-masing kepala keluarga, termasuk mengecek kondisi rumahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.