Soal Ambon, Pemuda Maluku Desak Presiden Tegas

Kompas.com - 12/09/2011, 03:31 WIB
EditorHery Prasetyo

JAKARTA-KOMPAS.com — Pemuda Maluku Indonesia Bersatu menuntut agar pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak cepat dalam menanggulangi masalah yang terjadi di Kota Ambon. Hal ini disampaikan Ketua Umum Pemuda Maluku Indonesia Bersatu Ronald A Syauta.

”Kami menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas apa pun di belakang ini, siapa pun di balik ini. Kami tidak mau konflik di Ambon terulang lagi untuk yang kedua kalinya,” katanya di Senayan, Jakarta, Minggu (11/9/2011).

Lebih lanjut, Ronald juga mengatakan pihaknya akan bertindak tegas apabila pemerintah kurang serius dalam menyelesaikan masalah ini. ”Kami tidak ingin Ambon atau Maluku jadi ajang kepentingan politik, golongan, atau orang tertentu. Kami minta untuk tegas, kami ini sudah capek, sudah lelah, kalau sudah capek dan lelah, Anda bisa tahu apa kejadiannya. Kami ingin benar-benar tuntas,” tambahnya.

Atas kejadian ini, Pemuda Maluku Indonesia Bersatu mengeluarkan pernyataan sikapnya. Berikut pernyataan sikap tersebut.

1. Kami prihatin dan sedih atas kejadian yang baru saja terjadi di Kota Ambon.

2. Kami menyesal atas sikap aparat yang kurang cepat dan tanggap.

3. Meminta kepada Presiden RI segera menginstruksikan kepada Panglima TNI dan Kepala Kepolisian RI untuk segera mengantisipasi dan mengusut kejadian di Kota Ambon pada hari ini, Minggu 11 September 2011 yang sudah merusak tatanan kehidupan masyarakat Maluku yang sudah membaik.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Kota Ambon, Minggu (11/9/2011), dilanda ketegangan akibat terjadinya bentrokan dua kelompok massa di sejumlah titik di kota itu. Massa tidak hanya saling berhadapan dan melempar batu, tetapi juga sempat membakar sejumlah kendaraan yang ada di jalan. Berdasarkan sumber di lapangan, bentrokan ini dipicu tewasnya seorang tukang ojek dengan sejumlah luka. Kelompok yang berpihak kepada tukang ojek bernama Darmin Saiman itu tersulut amarahnya akibat kematian itu.

Awal bentrokan terjadi di kawasan Mangga Dua seusai pemakaman Darmin. Bentrokan kemudian meluas ke kawasan Tugu Trikora. (C11-11)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.