Anjing Kelaparan Makan Tuannya Sendiri

Kompas.com - 07/09/2011, 08:10 WIB

BATAM, KOMPAS.com - Tujuh ekor anjing yang kelaparan dan kehausan selama dua minggu diduga telah memangsa tuannya sendiri di Batam setelah sang tuan baru kembali dari kampung halamannya di Manado. Menurut keterangan polisi, korban bernama Andre Lamboga alias Apek (55) baru tiba kembali di rumahnya Rabu pekan setelah pergi selama dua minggu. Sepertinya, ia meninggalkan anjing-anjingnya begitu saja, tanpa diberi makan.

"Kami menduga, anjing-anjing itu lapar, sehingga mereka menyerang Andre, karena anjing-anjing itu tidak diberi makan selama 14 hari," kata seorang petugas polisi Batam seperti dikutip kantor berita Reuters.

Kabar tentang kematian Apek bikin geger warga perumahan Greenland, Batam Centre, Selasa (6/9/2011). Asal aroma tak sedap yang selama beberapa hari terakhir menerpa perumahan itu akhirnya terkuak.

Apek, menurut laporan Tribun Batam, Rabu, tinggal di blok F3 Nomor 8 perumahan Greenland. Ia tewas mengenaskan. Potongan tubuhnya terpisah-pisah. Yang tersisa hanyalah paha kiri, dan bagian kepala. "Tengkoraknya ditemukan di dapur, dan tubuhnya ditemukan di depan rumahnya," kata seorang polisi.


Polisi juga menemukan tulang-belulang dari dua ekor anjing lain, yang diyakini juga telah telah dimakan tujuh anjing lapar yang masih hidup .

Polisi belum bisa memastikan penyebab meninggalnya Apek. Demikian pula, apakah anjing-anjing itu memangsa tuannya ketika masih hidup atau setelah meninggal.   Warga sekitar selama ini mengetahui Apek tinggal sendiri di rumahnya itu. Ia tak memiliki famili di sekitar rumahnya. Sejumlah warga mengaku, mereka sudah menduga aroma bangkai yang selama beberapa ini mereka rasakan berasal dari rumah Apek. Namun tidak seorang pun berani memasuki rumah penjual lontong sayur itu karena anjing peliharaannya terkenal ganas.

Setelah curiga dengan keberadaan Apek yang dua pekan lebih tidak diketahui, warga memberanikan diri untuk mengecek rumah tersebut. Seorang petugas satpam perumahan itu mengaku penasaran saat melihat koper berbaris di depan rumah Apek, beberapa hari setelah pria itu tiba kembali di rumah.

Warga kaget ketika melihat dari balik jendela ada potongan tulang yang sudah tercabik-cabik. Mereka lalu memberi tahu polisi. Selasa siang, sisa potongan tubuh Apek langsung dibawa ke RS Otorita Batam untuk divisum.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorEgidius Patnistik
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X