7 Lokasi untuk Pengungsi

Kompas.com - 03/09/2011, 01:45 WIB
Editor

Bandung, Kompas - Tujuh lokasi disiapkan untuk menghadapi skenario terburuk jika Gunung Papandayan, Jawa Barat, meletus. Sampai saat ini, belum ada penduduk yang diungsikan. Sementara itu, status Gunung Papandayan tetap Siaga.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Jumat (2/9), mengatakan, pihaknya bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Garut telah merencanakan antisipasi krisis, di antaranya menetapkan tujuh lokasi untuk menampung pengungsi.

Ketujuh lokasi tersebut adalah halaman Kantor Kecamatan Sukaresmi, Yonif 303 Cibuluh dan SKB Cisurupan, halaman Kantor Kecamatan Pamulihan, halaman Kantor Kecamatan Pakenjeng, Lapangan Bayongbong, Lapangan Ibrahim Ajie, dan Lapangan Ngamplang.

Jika terjadi skenario terburuk saat terjadi letusan Gunung Papandayan, lima kecamatan terancam bencana, yang meliputi 20 desa. Lima kecamatan itu adalah Cisurupan (10 desa), Pamulihan (4 desa), Bayongbong (2 desa), Pakenjeng (2 desa), dan Sukaresmi (2 desa). Jumlah penduduk yang berpotensi terkena dampak sekitar 171.700 jiwa. Jumlah yang harus mengungsi sekitar 11.500 orang.

Sementara itu, Kepala PVMBG Badan Geologi Surono menegaskan, status Gunung Papandayan tetap karena belum ada penurunan atau peningkatan aktivitas. ”Terlalu rendah untuk ditingkatkan statusnya dan terlalu tinggi untuk diturunkan ke tingkat Waspada,” katanya.

Pantauan Pos Pengamatan Gunung Papandayan PVMBG menyebutkan, pada 1 September 2011 terjadi 61 kali gempa vulkanik dangkal, 3 kali gempa vulkanik dalam, dan 4 kali gempa tektonik jauh. Tanggal 2 September pukul 00.00-12.00 terjadi 6 kali gempa vulkanik dangkal dan 3 kali gempa tektonik lokal. Masyarakat atau wisatawan dilarang berada dalam radius 2 kilometer dari puncak guna meminimalkan dampak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Iman Alirahman mengharapkan masyarakat mematuhi rekomendasi tersebut. Sebelumnya dilaporkan, sekelompok orang nekat hendak mendekati puncak Papandayan. Namun, usaha itu berhasil dicegah.

”Kawasan wisata kami tutup selama belum ditetapkan rekomendasi berbeda. Jangan sampai hanya mengejar keuntungan ekonomi, tapi melupakan keselamatan,” katanya.

Wilayah radius 2 kilometer (kawasan rawan bahaya/KRB III) berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, dan gas beracun. Wilayah radius 4 kilometer (KRB II) berpotensi terlanda lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. Wilayah radius 6 kilometer dari pusat erupsi (KRB I) berpotensi terlanda hujan abu lebat dan kemungkinan lontaran batu pijar.

Sementara itu, Wakil Bupati Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamelus Deno mengakui bahwa masyarakat di perkampungan sekitar kaki Gunung Anak Ranaka sudah diminta agar tidak panik, tetapi tetap waspada terkait status Waspada gunung tersebut. (CHE/ICH/ANS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.