Gunung Marapi Kembali Keluarkan Asap Tebal

Kompas.com - 28/08/2011, 17:26 WIB
EditorBenny N Joewono

BUKITTINGGI, KOMPAS.com — Gunung Marapi yang berada di daerah Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengeluarkan asap putih tebal setinggi 50-100 meter pada Minggu (28/8/2011). Dari pantauan Antara di daerah Sungaipuar, Kabupaten Agam, yang berada tepat di bawah kaki gunung, dilaporkan, terlihat asap putih tebal keluar sekitar pukul 09.00-10.00 WIB.

Sebelumnya, gunung yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini, sekitar pukul 08.00 mengeluarkan asap hitam pekat. Asap hitam itu diperkirakan setinggi 100 meter berlangsung selama 10 menit. Asap terlihat hilang-timbul karena tiupan angin. Kadang asap hilang selama lima menit, kemudian muncul lagi.

Ketika muncul setelah ditiup angin, ketebalan asap mulai berkurang dari sebelumnya. Kemudian sekitar pukul 09.00 sampai 10.00 WIB, Gunung Marapi tersebut kembali mengeluarkan asap, tetapi tidak lagi berwarna hitam pekat. Asap yang keluar berwarna putih dan tampak terus-menerus. Kemudian kabut tebal menutup pemandangan asap yang keluar dari kawah. Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana  (BGPVMB) Geologi masih memberlakukan status "Waspada" level dua terhadap gunung tersebut.

"BGPVMB masih menetapkan status gunung waspada level II. Masyarakat dan pendaki masih dilarang melakukan pendakian sampai tiga kilometer dari puncak," kata petugas BGPVMB Bukittingi, Warseno. Pemantauan aktivitas gunung terus dilakukan menggunakan tiga seismograf yang dipasang di ketinggian 2.000 meter tepatnya di Batupalano dan digital analog di ketinggian 1.500 meter di Lasi.

"Alat-alat itu sejauh ini masih bekerja maksimal," katanya. Gunung yang berdampingan dengan dua gunung api aktif lainnya, Singgalang dan Tandikek, pada 3 Agustus 2011 sekitar pukul 09.00 WIB pernah mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 1.000 meter dan sebarannya menjangkau beberapa kabupaten/kota di Sumatera Barat, seperti Agam, Tanahdatar, Pariaman, Padangpariaman, dan Padangpanjang. Gunung Marapi Bukittinggi terakhir kalinya meletus pada 2005.

Saat dalam status "Siaga", Kota Bukittinggi merupakan salah satu daerah evakuasi. Sementara saat kondisi normal, Gunung Marapi selalu menjadi tujuan para pendaki, baik yang berasal dari Sumbar maupun dari luar provinsi bahkan mancanegara. Akses pendakian Gunung Marapi mudah dicapai. Titik mulai pendakian berada di Kotobaru, Tanahdatar, dengan lama perjalanan dari Kota Padang menuju Kotobaru sekitar 1,5 jam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.