Tiga Penyidik "Nyabu" Dilimpahkan ke Kejati - Kompas.com

Tiga Penyidik "Nyabu" Dilimpahkan ke Kejati

Kompas.com - 24/08/2011, 16:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga orang penyidik dan seorang pengedar yang menjadi tersangka dalam kasus kepemilikan dan peredaran narkoba dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta siang ini. Hal ini disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nugroho Aji Wijayanto, Rabu (24/8/2011), di Polda Metro Jaya.

"Hari ini sudah dilimpahkan (para tersangka) ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Setelah dinyatakan P21 (lengkap) oleh jaksa penuntut umum," ucap Nugroho. Berkas perkara dinyatakan P21 sejak sepekan lalu.

Pada Rabu (24/8/2011) ini, keempat tersangka yang dilimpahkan yakni Aipda Sugito, Briptu Bahri Afrianto, AKP Abdul Malik, dan Fredi Budiman. Sebelumnya, pada Mei 2011, polisi menangkap pemain lama peredaran narkoba, Fredi Budiman, di Kemayoran, Jakarta Pusat. Fredi lalu membocorkan adanya keterlibatan polisi dalam peredaran narkoba, kemudian mengarah pada Brigadir Bahri Afrianto dan Aipda Sugito.

Dari rumah Aipda Sugito, polisi menemukan sabu, bahan pembuat ekstasi, dan mesin cetak tablet ekstasi. Dari kedua oknum polisi itu, kecurigaan mulai merambat ke atasannya yakni, Ajun Komisaris Abdul Malik, Komisaris Wahyu Sosiawan, dan Ajun Komisaris Moeyono. Namun hanya Abdul Malik, Sugito, dan Bahri yang ditahan sementara dua orang lainnya dilepas.


EditorHertanto Soebijoto

Terkini Lainnya

Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode 'E-Learning'

Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode "E-Learning"

Nasional
Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Megapolitan
Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Internasional
Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Nasional
Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Megapolitan
Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Nasional
Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Internasional
Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Regional
Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Internasional
Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Regional
Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Nasional
Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Internasional
Begini Panduan Cara Berunding dengan Korut

Begini Panduan Cara Berunding dengan Korut

Internasional
Sandiaga: Jakarta Darurat Narkoba Banget, Ada 1 Juta Pengguna

Sandiaga: Jakarta Darurat Narkoba Banget, Ada 1 Juta Pengguna

Megapolitan
Terkait Kasus BLBI, KPK Tak Permasalahkan 'Policy' Megawati

Terkait Kasus BLBI, KPK Tak Permasalahkan "Policy" Megawati

Nasional

Close Ads X