MUI: Tukar Uang di Jalan, Awas Riba!

Kompas.com - 09/08/2011, 13:11 WIB
EditorKistyarini

SURABAYA, KOMPAS.com — Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur mengingatkan masyarakat tentang hukum memanfaatkan jasa penukaran uang di jalanan yang selalu marak menjelang Lebaran.

Ketua MUI Jawa Timur Abdusshomad Bukhori mengatakan, jasa penukaran uang di jalan itu, menurut hukum Islam, tidak diperbolehkan. Tata cara penukaran uang, sesuai dengan hukum fikih mualamah, seharusnya sama, tidak boleh dilebihkan atau kurangi.

"Jika yang ditukar senilai Rp 1 juta, harus kembali Rp 1 juta meskipun dengan pecahan berapa pun," katanya, Selasa (9/8/2011).

Apabila penukar memberikan sejumlah uang sebagai ucapan terima kasih, itu lain masalah, dan itu yang diperbolehkan. Praktik yang terjadi di jalanan, ujarnya, dapat dikategorikan sebagai praktik riba yang tidak diperbolehkan dalam Islam.

Jasa penukaran uang yang semakin menjamur di jalanan kota menjelang Lebaran biasanya mengurangi beberapa persen dari uang yang ditukarkan sebagai ongkos jasa.

Contohnya, jika yang ditukar senilai Rp 100.000 dengan pecahan Rp10.000-an,  penukar hanya mendapatkan Rp 90.000. Karena penukar sudah mengurangi nilai yang ditukar secara langsung sebagai ongkos jasa penukaran.

MUI sendiri, lanjutnya, belum akan mengeluarkan fatwa khusus tentang praktik itu. "Kami hanya sebatas mengingatkan. Yang paling berwenang menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat adalah pemerintah," katanya.

Penasihat Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur, Abdurrahman Nafis, mengatakan, masyarakat perlu menegaskan akad tukar-menukar uang dengan penyedia jasa di jalanan agar tidak terjebak dalam praktik riba.

"Masyarakat jangan mau nilai uang yang ditukar dikurangi dan penyedia jasa harus rela berapa pun yang akan diberi penukar sebagai imbalan," ujarnya.

Ia menyebutkan, langkah yang paling tepat untuk mengurangi maraknya usaha musiman itu adalah Bank Indonesia harus menyediakan lebih banyak lagi kios penukaran uang yang tersebar di pelosok-pelosok daerah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X