Bocah 14 Tahun Diperkosa Ayah Kandung

Kompas.com - 08/08/2011, 15:56 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

BANTUL, KOMPAS.com — Sungguh tragis nasib yang dialami seorang gadis berumur 14 tahun warga Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, ini. Bocah yang sempat sekolah hingga kelas II Mts ini menjadi korban perkosaan ayah kandungnya, Srj (47).

Saat ini si bocah sudah keluar dari sekolahnya karena menanggung malu atas perbuatan ayahnya. Gadis lugu ini diperkosa semenjak masih duduk di kelas I Mts. Karena seringnya pemerkosaan tersebut, si anak lupa sudah berapa puluh kali dia diperlakukan secara biadab.

Menurut Kepala Polsek Imogiri Komisaris Beja, Senin (8/8/2011), kejadian tersebut diketahui oleh warga setelah si anak memberitahukan perbuatan ayahnya kepada salah seorang tokoh pemuda. Bocah itu takut melapor kepada ibunya karena ayahnya mengancam tidak akan memberi makan dan ia akan diusir dari rumah.

Warga pun lalu melaporkan kejadian yang menimpa anak naas itu ke pihak kepolisian. "Saya perintahkan langsung ke anggota untuk segera menangkap pelaku karena khawatir nanti malah warga yang bertindak," kata Komisaris Beja.

Beja menambahkan, dari penuturan korban, dia diperkosa sejak bulan Februari tahun 2010 lalu saat masih duduk di kelas I Mts. Selama itu pula dia dijadikan obyek pemuas nafsu birahi ayahnya.

Petugas berhasil menangkap pelaku setelah melakukan pengejaran di rumah istri pertamanya. Di depan petugas penyidik, pelaku yang beristri tiga ini mengaku khilaf dan menyesali semua perbuatannya.

Korban adalah anak pertama dari istri kedua pelaku. Memanfaatkan suasana rumah yang sepi, pelaku berulang kali memerkosa anaknya di rumah mereka sendiri. Terkadang perbuatan tersebut dilakukan saat malam hari ketika istrinya terlelap.

Pelaku yang setiap harinya bekerja di tempat penggergajian kayu ini juga mengaku sudah lupa berapa kali melakukan hubungan intim dengan anaknya. Ia berdalih, hubungan tersebut atas dasar suka sama suka dan tidak ada pemaksaan.

Kini, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku harus menginap di sel tahanan Polsek Imogiri. Pelaku juga dipastikan bakal lama tinggal di balik terali besi penjara. "Pelaku akan kami jerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya bisa 15 tahun penjara," ujar Beja.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Corona di Jember, Tetapkan KLB hingga Jam Operasional Pasar Dibatasi

Cegah Corona di Jember, Tetapkan KLB hingga Jam Operasional Pasar Dibatasi

Regional
Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Regional
UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X