Ada Ekspor Bahan Radioaktif dari Bangka

Kompas.com - 08/08/2011, 09:36 WIB
EditorMarcus Suprihadi

BANGKA, KOMPAS.com- Badan Pengawas PD Bangka Global Mandiri mengaku tidak tahu perusahaan itu mengekspor mineral yang mengandung radioaktif. Berkait dengan itu, Badan pengawas akan memanggil direksi badan usaha milik Pemerintah Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung tersebut.

Ketua Badan Pengawas PD Bangka Global Mandiri (BGM) Tarmizi Saad mengatakan, kabar pemeriksaan kontainer berisi barang milik PD BGM oleh Kepolisian Daerah Kepulauan Babel sangat mengejutkan. Namun, badan pengawas belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. "Kami akan panggil direksi untuk minta keterangan soal ini," ujarnya di Bangka, Senin (8/8/2011).

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Babel memeriksa 46 kontainer berisi elminite dan 14 kontainer zirkon di Pelabuhan Pangkal Balam, Pangkal Pinang, Minggu (7/8/2011). Kontainer-kontainer itu akan ditarik TB Toll Cengal dengan lambung Tongkang BG TOLL 1819 V 1108 BS, Minggu (7/8/2011).

Mineral ikutan dari penambangan timah itu akan diekspor ke China. Zirkon dan Elminit diketahui mengandung radioaktif. Mineral itu termasuk logam tanah jarang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.