Pembantai Keluarga Polisi Dibekuk

Kompas.com - 30/07/2011, 19:32 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

BANDUNG, KOMPAS.com — Aparat kepolisian berhasil membekuk ADB (31), tersangka pembunuh satu keluarga, yakni Apo Sumarna (66), Lilis Yeti (62), dan cucu mereka, Kesya (4), dalam waktu kurang dari 12 jam sejak mayat korban ditemukan. Motif kejahatan tersebut berlatar belakang ekonomi, yakni keinginan pelaku yang sedang terjerat utang untuk memiliki mobil milik korban.

ADB dibekuk saat sedang bersembunyi di wilayah Jati Raya, Cengkareng Timur, dan kedua kakinya ditembus peluru petugas karena berupaya melarikan diri. Suzuki Karimun yang dibawa kabur dari rumah milik Apo disita dari ruang pamer mobil di Kota Bandung.

Sementara itu, jenazah Apo, Lilis, dan Kesya pada Sabtu (30/7/2011) pagi telah dikebumikan di pemakaman umum di Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kepala Polres Bandung, Ajun Komisaris Besar Sony Sonjaya, mengungkapkan, nama ADB didapatkan dari petunjuk di tempat kejadian perkara, yakni tidak ada kunci yang rusak sehingga disimpulkan bahwa pelaku adalah orang yang dikenali korban. Dari sana, ditelusuri orang-orang yang berhubungan dengan Apo dan didapatkanlah ADB yang kenal dengan korban saat berziarah di sebuah pemakaman di Cibiuk, Kabupaten Garut.

"Pelaku kemungkinan besar dijerat dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman penjara 15 tahun. Pembunuhan ini memang direncanakan dari awal, pelaku menginginkan mobil Suzuki Karimun yang dibeli Apo dan ditemani ADB," kata Sony.

Menurut keterangan ADB kepada polisi, pembunuhan itu berlangsung pada Selasa (26/7/2011) dini hari. ADB datang ke rumah Apo pada Senin (25/7/2011) malam dan diterima tanpa rasa curiga. Keduanya berbincang hingga pukul 01.00 saat seluruh penghuni tertidur. Saat itulah, ADB beraksi menggunakan sebilah golok yang ditemukan di gudang milik Apo. Yang pertama dihabisi adalah Apo, Lilis, dan kemudian Kesya, dengan cara digorok lehernya.

Sony mengungkapkan, ADB tidak lantas kabur. Dia berada di rumah itu untuk mencari dokumen kendaraan, menyatukan tiga mayat itu di ruang tengah dan membersihkan sebagian noda darah dan akhirnya keluar rumah empat jam setelah beraksi. "Dia juga sempat mandi dan berganti pakaian di rumah itu," katanya.

ADB kemudian membawa kabur mobil berwarna hijau itu dan kemudian berhasil dijual di sebuah dealer mobil di Kota Bandung sore harinya dengan rekannya, JJ dan AM. Mobil itu berhasil dijual seharga Rp 76 juta dan dibagi di antara tiga orang tersebut.

Sewaktu ditanya kepada ADB langsung, pria ini hanya sempat menjawab sepatah kata bahwa dia butuh uang untuk membayar utang. Setelah itu, dia membisu dan tidak mau menjawab pertanyaan.

Sementara itu, pihak keluarga yang diwakili Cecep Ahmad mengucapkan terima kasih atas kesigapan petugas kepolisian dalam menangani kasus tersebut. Rumah yang menjadi tempat pembunuhan itu ditutup dengan garis polisi meski halamannya dipenuhi dengan karangan bunga berisi ucapan dukacita.

Keterlibatan

Dari keterangan ADB, polisi menaruh curiga terhadap JJ yang diduga memiliki peran lebih dari sekadar rekan yang mengantar pelaku untuk menjual mobil ke dealer. Pasalnya, ADB mengutarakan bahwa JJ adalah orang yang membantunya untuk merencanakan aksi tersebut, bahkan termasuk mengajari cara untuk menghabisi orang dengan cepat.

Sony mengungkapkan, ADB berkenalan dengan JJ saat berziarah di Cicalengka, Kabupaten Bandung. Keduanya ternyata sama-sama sedang terlibat utang sehingga sepakat merencanakan untuk mengambil mobil milik Apo. "JJ juga disebut menunggu di depan rumah ADB pada Selasa subuh setelah beraksi, termasuk mengantar ke Situ Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, untuk membuang golok yang dipakai beraksi," ujarnya.

Namun, saat ini JJ masih berstatus sebagai saksi yang mengetahui jual beli mobil Karimun dari ADB ke dealer di Kota Bandung. JJ sendiri membantah telah berkomplot dengan ADB untuk menghabisi keluarga Apo, termasuk mengajari cara untuk membunuh orang.

Sementara itu, dua pihak lain, yakni AM dan dealer mobil, hanya dimintai keterangan. Sony berpendapat bahwa dua pihak itu hanya terlibat terkait jual beli mobil tanpa tahu latar belakangnya.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X