Masih Ada Dua Sel Teroris yang Bebas

Kompas.com - 26/07/2011, 03:13 WIB
Editor

Oslo, Senin - Tersangka tunggal kasus pengeboman dan pembantaian di Norwegia, Anders Behring Breivik (32), mengingatkan, masih ada dua sel di dalam organisasinya yang sampai saat ini masih bebas.

Pernyataan itu dia sampaikan di hadapan hakim Kim Heger, yang memimpin sidang perdana kasus tersebut di Oslo, Norwegia, Senin (25/7). Sidang berlangsung tertutup atas perintah Heger sehingga ratusan wartawan dan warga sipil hanya bisa berjubel di depan gedung pengadilan.

Polisi Norwegia, Senin malam, juga merevisi jumlah korban tewas menjadi 76 orang, dari sebelumnya 93 orang. Sebanyak 68 orang tewas dalam penembakan di Pulau Utoya, sementara 8 orang menjadi korban peledakan bom mobil di pusat kota Oslo, Jumat pekan lalu.

Pernyataan Breivik mengenai ”dua sel tambahan” itu disampaikan Heger seusai sidang. ”Tersangka telah membuat pernyataan hari ini, yang membutuhkan penyelidikan lebih lanjut, termasuk (pernyataan) yang berbunyi ’ada dua sel lagi dalam organisasi kami’,” ujar hakim Heger.

Meski demikian, pengadilan menolak memberikan keterangan lebih jauh, kecuali bahwa Breivik mengaku tidak bersalah dalam kasus ini dan masa penahanannya akan diperpanjang hingga delapan minggu. Empat minggu di antaranya dalam sel isolasi.

Keputusan Heger untuk menggelar sidang tertutup sebelum sidang itu dimulai juga dinilai tak lazim dalam sistem hukum Norwegia. Biasanya, hakim baru memutuskan sidang akan dilanjutkan dalam keadaan tertutup atau terbuka setelah sidang pertama yang terbuka.

”Saya mendapat informasi, jika (kami) menggelar sidang terbuka dan menghadirkan tersangka, hal itu akan menimbulkan situasi luar biasa dan sangat sulit dalam hal keamanan dan (kelanjutan) penyelidikan,” tutur Heger dalam pernyataan resmi sebelum sidang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepada polisi, Breivik mengaku melakukan aksinya seorang diri. Ia meledakkan bom mobil di pusat kota Oslo, yang menewaskan delapan orang, untuk mengalihkan perhatian polisi sebelum ia bergerak ke Pulau Utoya.

Di pulau yang dipadati ratusan peserta kemah musim panas Partai Buruh Norwegia itu, Breivik datang menyamar sebagai polisi, lalu melepaskan tembakan membabi buta, menewaskan 68 orang dan melukai 90 orang.

Dokter Colin Poole, kepala bagian pembedahan yang merawat para korban luka di Rumah Sakit Ringriket, Honefoss, mengatakan, pelaku menggunakan peluru khusus. Peluru yang dinamakan ”dum-dum” itu pecah begitu masuk ke dalam tubuh sehingga menimbulkan luka dalam parah.

Banyak pihak mempertanyakan kelambatan reaksi polisi Norwegia, yang baru tiba di Utoya 90 menit sejak mendapat laporan awal. Polisi mengaku kesulitan mendapatkan helikopter atau perahu untuk menyeberang ke pulau tersebut. Awak stasiun televisi Norwegia bahkan bisa menyewa helikopter lebih dulu dan memfilmkan situasi di pulau itu sebelum polisi tiba.

Pimpinan Dewan Gereja Sedunia (WCC) di Geneva, Swiss, menyatakan, Breivik telah menistakan ajaran Kristen dengan menyebut dirinya seorang Kristen konservatif saat melakukan pembantaian tersebut. ”Aksi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan ajaran Kristen,” ujar Sekretaris Jenderal WCC Pdt Olav Fykse Tveit. (AP/AFP/Reuters/DHF)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.