Bom di Tanah Damai

Kompas.com - 24/07/2011, 03:08 WIB
Editor

Dahono Fitrianto

Bukan tanpa alasan Alfred Nobel mewasiatkan agar proses penganugerahan Hadiah Nobel Perdamaian dilakukan oleh sebuah komite berisi lima anggota parlemen Norwegia. Sebelum orang membicarakan perlunya Liga Bangsa-Bangsa, kemudian Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk menjaga perdamaian dunia, pemerintah dan rakyat Norwegia sudah dikenal sebagai bangsa cinta damai dan pemrakarsa perdamaian.

Gambaran kehidupan di Norwegia bagaikan kisah di negeri dongeng. Di negeri ini orang hidup berdampingan dalam keterbukaan, kesetaraan, dan kedamaian, sesuatu yang seolah begitu mustahil terwujud di dunia ini.

Jorn Madslien, wartawan BBC yang lahir dan besar di Oslo, mengatakan, Norwegia memiliki masyarakat yang luar biasa terbuka. Keluarga kerajaan, pemimpin politik, hingga para tokoh bisnis di negara penganut sistem monarki konstitusional itu bebas bepergian, berbaur dengan rakyat jelata tanpa pengawalan ketat.

Begitu terbuka sehingga tak banyak orang yang merasa perlu memiliki identitas palsu atau alamat yang tak boleh diketahui orang lain. Menurut Madslien, orang bisa mengetik nama di buku telepon online dan akan didapatkan data apa saja soal pribadi orang itu. Orang-orang terkenal tak ragu-ragu mencantumkan alamat rumah dan nomor telepon pribadi di kartu nama.

Warga pun merasa nyaman membiarkan kotak pos di depan rumah tak terkunci. Di negara lain, itu bisa menjadi pemicu bahaya karena orang yang bermaksud jahat bisa saja mencuri dokumen-dokumen berisi informasi pribadi dan rahasia, seperti rekening bank.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data tentang gaji dan kekayaan seseorang bisa diakses semua orang karena kantor pajak selalu mengumumkan semua itu setiap tahun. Jika mau, seseorang bisa leluasa mengintip catatan keuangan teman, tetangga, atau musuh hanya dengan memanfaatkan data kantor pajak.

Bagi warga belahan dunia lain, gaya hidup masyarakat Norwegia itu mungkin dipandang naif pada zaman penuh bencana dan tragedi bikinan manusia seperti saat ini. Namun, bagi rakyat negeri Skandinavia itu, hidup di sebuah masyarakat terbuka tidak saja menjadi hak istimewa mereka, tetapi juga sebuah pernyataan dan pembuktian bagi seluruh dunia bahwa hidup dalam kedamaian itu bukan hal yang mustahil. Begitu damainya sehingga rakyat Norwegia menolak setiap usulan untuk memperkuat keamanan dalam negeri mereka.

Menjauhi konflik

Para politisi dan kalangan intelektual negara itu berulang kali menekankan perlunya warga menahan godaan untuk menyerah pada rasa takut yang sengaja disebar para teroris dengan memasang pagar tinggi dan meningkatkan rasa intoleran terhadap orang dari luar.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.