Ijazah Ditahan, Siswa Lapor ke Kejari - Kompas.com

Ijazah Ditahan, Siswa Lapor ke Kejari

Kompas.com - 19/07/2011, 20:41 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Setelah reda kasus bocah kembar Yoga-Yogi yang dikeluarkan dari sekolah akibat orangtuanya mengkritik sekolah, kini muncul kasus penahanan ijazah oleh pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Melihat sikap sekolah yang demikian, salah satu siswa yang ditahan ijazahnya nekat melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang, didampingi anggota LSM Malang Corruption Watch (MCW).

Salah satu korban penahanan ijazah itu adalah Hasyim Abdillah, anak dari pasangan Suwarkarno dan Sukarti, warga Jalan Dorowati, RT 2 RW 1, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Berdasarkan pengakuan Hasyim, bukan hanya ijazah miliknya yang ditahan pihak sekolah. Namun, juga ada 18 siswa lainnya mengalami nasib yang sama. "Alasan pihak sekolah menahan karena para siswa itu, termasuk saya, belum bisa melunasi uang administrasi sekolah senilai Rp 1 juta. Ada yang sampai Rp 4 juta," aku Hasyim kepada para wartawan, di Kota Malang, Selasa (19/7/2011).

Hasyim diwajibkan untuk melunasi uang tunggakan adiministrasi sekolah senilai Rp 1,9 juta selama dalam masa pelajaran tahun 2010. "Karena belum bisa bayar, ijazah saya ditahan pihak sekolah. Tidak bisa diambil jika belum melunasi uang itu," katanya.

Menurut Hasyim, pihaknya sudah meminta surat keringanan untuk beban biaya sekolah. Namun, pihak kepala SMK PGRI Lawang hanya bisa berjanji, tak pernah ada realisasi. Kata Hasyim, awalnya ijazah yang ditahan ada 23 siswa. Namun, karena sudah ada yang menebusnya, saat ini sudah tinggal 19 siswa.

Sementara itu, penahanan ijazah 19 siswa itu juga dibenarkan oleh salah satu guru di sekolah tersebut, Hartono, seorang guru otomotif. "Sebenarnya saya sudah melakukan mediasi dengan Kepala SMK PGRI Lawang agar 19 siswa yang ijazahnya ditahan itu diberi keringanan biaya," katanya.

Sementara itu, di tempat berbeda, saat dihubungi via telepon, Kepala SMK PGRI Lawang, Lulut Prabudi, membantah adanya penahanan ijazah 19 siswa itu. "Tidak ada ijazah yang sekolah tahan. Semua sudah kita berikan saat lulusan siswa. Dari total 34 siswa di SMK PGRI Lawang yang lulus untuk tahun 2010, semua ijazahnya sudah diserahkan oleh pihak sekolah, tidak ada penahanan," katanya singkat.


EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X