Pemprov Sulut Ikut Awasi Bantuan

Kompas.com - 19/07/2011, 10:44 WIB
EditorKistyarini

MANADO, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara ikut mengawasi penyaluran bantuan bagi para korban bencana letusan Gunung Lokon walaupun hal itu merupakan kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tomohon.

"Kami tetap melakukan pengawasan terhadap penyalurannya bantuan supaya jangan salah sasaran. Hal ini sudah ditekankan Gubernur Sarundajang berulang-ulang supaya posko-posko berfungsi dengan baik," kata Kepala Bagian Humas Pemprov Sulut Christian Sumampouw di Manado, Selasa (19/7/2011).

Pengawasan dilakukan Pemrov mengingat bantuan yang disalurkan itu jumlahnya banyak, guna meminimalisasi kemungkinan penyimpangan dalam penyalurannya.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Tomohon Arnold Poli mengatakan pihaknya terus memperhatikan para pengungsi termasuk penyaluran bantuan terutama makanan setelah sempat terjadi perebutan makanan namun itu tidak disengaja karena petugas terkendala dengan banyak hal.

"Namun kami mengupayakan distribusi bantuan kepada para korban setepat mungkin jangan yang sudah dapat kembali mendapatkan sementara yang tidak, kami melakukan upaya maksimal dan juga mengawasi penyalurannya supaya tepat sasaran," kata Poli.

Di lain pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerbang, Sulut, pemerhati masalah kemasyarakatan dan politik di daerah ini minta penyaluran bantuan kepada para korban di tempat-tempat pengungsian itu dilakukan dengan benar jangan salah sasaran dan harus diawasi ketat.

"Penyalurannya harus diawasi ketat supaya tepat sasaran pada korban bencana di pengungsian. Jangan ada yang kelebihan dan lainnya kekurangan karena ada temuan mengenai hal ini dan keluhan masyarakat indikasi ketidakberesan harus diperhatikan Pemrov dan Pemkot Tomohon," kata Ketua LSM Gerbang Sulut Hengky Dotulong, di Manado, Selasa (19/7/2011).

Hal ini juga disampaikan Ketua Ikatakan Alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (IKA APDN) Sulut Danny Wati yang meminta 1.000 jiwa pengungsi yang dipindahkan ke sejumlah lokasi dari sekolah dan gereja diperhatikan Pemkot Tomohon, supaya tidak menimbulkan masalah baru.

Begitu juga Kepala Biro Hukum LSM Gerbang Hans Kayadu mengingatkan jangan ada penggelembungan jumlah penerima bantuan dalam bencana Gunung Lokon, karena hal itu akan berdampak hukum.Kayadu mengingatkan jika dalam penyaluran itu ada ketidakberesan seperti penggelembungan penerima pihaknya akan melaporkan hal itu kepada aparat yang berwenang.

Sementara Komandan Batalyon Infanteri 7/12 Manado Letnan Kolonel Infantri Sri Widodo mengatakan pihaknya siap membantu dalam penyaluran bantuan di daerah bencana termasuk membantu evakuasi para korban di sekitar wilayah bencana Tomohon.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

    Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

    Regional
    Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

    Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

    Regional
    5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

    5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

    Regional
    Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

    Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

    Regional
    10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

    10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

    Regional
    Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

    Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

    Regional
    Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

    Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

    Regional
    Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

    Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

    Regional
    Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

    Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

    Regional
    Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

    Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

    Regional
    Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

    Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

    Regional
    Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

    Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

    Regional
    Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

    Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

    Regional
    Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

    Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

    Regional
    Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

    Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X