Solo Batik Fashion Ingin Angkat Perajin

Kompas.com - 17/07/2011, 18:14 WIB
EditorBenny N Joewono

KOMPAS.com - Dentam musik bergemuruh mengiringi langkah para model yang melenggak-lenggok di atas catwalk putih memanjang yang membelah gapura yang menuju alun-alun lor Keraton Surakarta, Kamis (14/7/2011) malam.

Berbagai rancangan busana, mulai dari busana yang bergaya harajuku dan kasual, gaun malam yang anggun, kebaya, hingga baju pengantin modern ditampilkan silih berganti. Hanya satu persamaannya, mater ial utama rancangan dalam pagelaran Solo Batik Fashion (SBF) 3 ini adalah batik.

"Saya menekankan perancang agar menggunakan batik cap atau tulis dalam karyanya. Kami ingin agar generasi muda mengetahui batik yang sesungguhnya itu apa, yakni batik yang proses pembuatannya menggunakan lilin atau malam," kata Ketua Panitia SBF 3 Djongko Rahardjo.

Selain sebagai ajang eksistensi atau memperkenalkan diri para perancang, menurut Djongko, melalui ajang ini pihaknya ingin sekali mengangkat para perajin batik. "Para penonton diharapkan tergugah minatnya untuk membeli dan mengenakan batik. Satu dua orang pasti ada yang ingin pakai batik setelah menyaksikan pagelaran ini," tambah Djongko.

Selain itu, melalui ajang ini ia berharap para perancang ingin berinteraksi la ngsung dengan perajin batik untuk memesan warna atau motif kebutuhan rancangannya. Diakui Djongko, beberapa perancang masih kesulitan untuk berinteraksi langsung dengan perajin. Kebanyakan masih membeli kain batik dari pengusaha besar. "Kami ingin sekali memberi masukan soal warna yang lagi tren di dunia fashion. Mudah-mudahan bisa membantu usaha mereka," kata Djongko.

Salah satu perancang, Joko SSP yang dikenal dengan rancangan kebaya dan baju pengantinnya mengaku kerap memesan batik langsung kepada perajin di Laweyan, Kauman, atau Semanggi. Untuk rancangannya kali ini yang diberi tema Pandawa Lima, Joko memesan motif poleng yang dipadu dengan parang untuk karakter Werkudara.

"Kami ingin memperkenalkan batik yang dulu hanya dipakai untuk jarik ternyata juga bagus untuk dibuat gaun malam atau busana kasual," kata Joko.

Ajang SBF 3 diikuti lebih dari 30 perancang di Kota Solo ditambah dari Semarang dan Yogyakarta. Suasana SBF kali ini terasa unik karena di kanan kiri catwalk adalah pohon beringin besar berja jar yang memberi kesan tersendiri. Gapura tua dengan arca gupolo membingkai catwalk.

Acara yang digelar gratis ini berbeda dari acara pagelaran busana lainnya yang biasanya hanya ditonton kalangan tertentu. Di sini, penonton mulai dari anak-anak hingga dewasa bebas duduk lesehan atau di atas kursi lipat yang disediakan, sambil menikmati kreativitas perancang. SBF juga dirancang untuk semakin memperkuat citra Solo sebagai kota batik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Regional
Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Regional
Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Regional
Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Regional
Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Regional
Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Regional
Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Regional
Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Regional
Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Regional
Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

Regional
Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Menggantung, Polisi: Masih Mencari Bukti

Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Menggantung, Polisi: Masih Mencari Bukti

Regional
Lewat Festival Mtu Mya, Pemkab Halmahera Tengah Kembangkan Destinasi Wisata Baru

Lewat Festival Mtu Mya, Pemkab Halmahera Tengah Kembangkan Destinasi Wisata Baru

Regional
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

Regional
Hubungannya Kian Meruncing, Wali Kota Tegal Adukan Wakilnya ke Polisi

Hubungannya Kian Meruncing, Wali Kota Tegal Adukan Wakilnya ke Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X