Aktivitas Gunung Lokon Meningkat

Kompas.com - 12/07/2011, 05:13 WIB
Editor

Manado, Kompas - Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, terus mengeluarkan semburan sejak Senin (11/7) dini hari. Semburan material vulkanik membuat sebagian wilayah Kota Tomohon berdebu dan status gunung dinaikkan dari Siaga menjadi Awas sejak Minggu pukul 22.00.

Jika kondisi semakin membahayakan, masyarakat akan dievakuasi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menaikkan status Lokon menjadi Awas karena peningkatan aktivitas vulkaniknya dalam beberapa hari terakhir.

”Sudah ada dua letusan pada pukul 00.39 dan 00.50, memuntahkan material vulkanik sepanjang 2 kilometer (km) ke arah timur dengan ketinggian asap 600 meter. Pusat erupsi ada di Kawah Tompaluan. Letaknya di lembah antara Kawah Lokon dan Kawah Empung,” kata Kepala PVMBG Surono, kemarin.

Di Tomohon, petugas pengamatan Gunung Lokon, Farid Ruskanda, mengatakan, semburan abu vulkanik Gunung Lokon terjadi pada pukul 03.15 dan 06.00, sedangkan di perut gunung terjadi aktivitas yang tinggi. Untuk mengantisipasi bencana, Pemerintah Kota Tomohon membentuk satuan reaksi cepat untuk penanggulangan bencana.

Evakuasi disiapkan

Surono menjelaskan, pihaknya telah meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengungsikan warga dari daerah rawan, minimal 3,5 km dari kawah. Tujuannya, berjaga-jaga apabila Lokon mengembuskan awan panas sama seperti letusan tahun 1991. Daerah yang warganya harus dievakuasi adalah Lingkungan 1, 2, 3, dan 7 di Kelurahan Kinilow, Lingkungan 5 di Kelurahan Kinilow I, serta Kelurahan Kakaskasen I.

Wali Kota Tomohon Jemmy Eman mengatakan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan kepada lurah melalui camat agar warga dievakuasi jika keadaan semakin darurat. Untuk proses evakuasi warga, aparat daerah diharapkan bekerja sama dengan badan penanggulangan bencana daerah. ”Lokasi evakuasi ada di Pineleng, yang berjarak 15 km dari Kota Tomohon, dan Stadion Parasamya yang siap sebagai lokasi pengungsian warga,” ujar Jemmy Eman.

Jemmy Eman menambahkan, diperkirakan ada 10.000 jiwa yang diungsikan jika keadaan memburuk. Mereka adalah warga Kelurahan Tinoor, Kayawu, Wailan, dan Kakaskasen yang berlokasi di kaki Gunung Lokon. Hingga Senin siang situasi masih relatif aman dan aktivitas masyarakat belum terganggu.

”Meskipun mengeluarkan semburan, itu sudah dianggap biasa karena kejadian seperti ini cukup sering. Apalagi, kawah Gunung Lokon menghadap ke utara (Manado),” kata Stevanus Liow, salah seorang warga.

Sejak 29 Juni 2011, status Gunung Lokon dinaikkan dari Waspada ke Siaga. Letusan Lokon tercatat pernah mematikan pada 1991. Saat itu awan panas berembus sejauh 3,5 km dan menghancurkan permukiman warga di sekitarnya. (ZAL/CHE)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Regional
Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Regional
Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Regional
4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Regional
Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Regional
Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Regional
Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Regional
Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Regional
Tol Jakarta-Cikampek Padat, 'Contraflow' Diberlakukan

Tol Jakarta-Cikampek Padat, "Contraflow" Diberlakukan

Regional
Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Regional
Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Regional
Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Regional
Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X