Maskapai Diminta Waspadai Gunung Lokon

Kompas.com - 11/07/2011, 18:26 WIB
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan menerbitkan Notice to Airman (Notam) terkait meletusnya Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, pada hari Senin (11/7/2011). Semua penerbangan yang melewati kawasan tersebut harus berhati-hati, dan kalau dapat menghindari kawasan itu.  

Hal itu dinyatakan dalam Notam (Notice to Airman) yang dikeluarkan Notam Office Ditjen Perhubungan Udara No. A0920/11. Dalam Notam, zona berbahaya dari letusan gunung tersebut adalah 10 Nautical Mile sekitar 18,52 km dari Gunung Lokon. Pengaruh debu vulkanik Gunung Lokon pada Ashtam No. 0031/11 adalah orange yang berarti semua penerbangan yang melewati kawasan tersebut harus siaga.

"Kementerian Perhubungan, akan selalu memantau Gunung Lokon. Untuk memberi peringatan terhadap keselamatan penerbangan kita," kata juru bicara Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan, Senin ini.  

Gunung Lokon pada Senin (11/7) pagi meletus dua kali yaitu pada pukul 00.39 WITA dan 00.50 WITA. Saat ini status Gunung Lokon ditingkatkan dari level waspada (III) menjadi awas (IV). Sebelumnya, Gunung Lokon menyemburkan abu vulkanik pada Rabu (23/3/2011).

Semburan Gunung Lokon (1.689 meter di atas permukaan laut), sempat mencapai Kota Manado dan Kabupaten Minahasa. Keduanya, berjarak 30 kilometer dari Tomohon dimana gunung itu berada.    

 

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

    Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

    Regional
    Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

    Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

    Regional
    Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

    Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

    Regional
    Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

    Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

    Regional
    4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

    4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

    Regional
    Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

    Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

    Regional
    Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

    Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

    Regional
    Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

    Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

    Regional
    Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

    Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

    Regional
    Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

    Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

    Regional
    Tol Jakarta-Cikampek Padat, 'Contraflow' Diberlakukan

    Tol Jakarta-Cikampek Padat, "Contraflow" Diberlakukan

    Regional
    Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

    Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

    Regional
    Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

    Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

    Regional
    Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

    Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

    Regional
    Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

    Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X