Pemprov Bali Protes Impor Sapi Australia

Kompas.com - 10/07/2011, 09:57 WIB
EditorBenny N Joewono

DENPASAR, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Bali memprotes jika pemerintah Pusat kembali melakukan impor ternak sapi dari Australia, mulai Oktober 2011, mengingat kondisi perternmakan dalam negeri cukup memadai.

"Gubernur Bali Mangku Pastika akan melayang surat protes atas kebijakan pemerintah kembali mengimpor sapi dari Australia," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, I Putu Sumantra di Denpasar Minggu (10/7/2011).

Bali paling berkeberatan atas kebijakan itu karena bisa berpengaruh terhadap harga ternak di tingkat petani, kata dia saat ditanyakan adanya sinyal Pemerintah bersiap kembali mengimpor 180.000 ekor sapi dari Australia Oktober 2011.

Populasi ternak di Indonesia sekitar 14,4 juta ekor yang keberadaannya tersebar di Nusantara, jumlah itu cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pengembangannya perlu secara berkelanjutan.

Ia mengatakan, pemerintah hendaknya mengarah kepada pengelolaan potensi lokal yang ada di masing-masing daerah, sekaligus memanfaatkan sektor riil yang ada, jika hal itu kurang barulah melakukan impor, tambah Sumantra.

Peternak Bali cukup gembira dengan dihentikannya realisasi impor ternak sapi dari Australia sehingga harga ternak peliharaan itu akan naik, dan otomatis petani bisa menerima harga setimpal dengan jerih payah yang dikeluarkan.

Sebelum impor sapi dari Australia dihentikan, harga sapi hidup per kilogram hanya dijual berkisar Rp 16.000 - Rp 17.000 di Bali. Namun sekarang harga sapi hidup naik menjadi Rp 22.000 - Rp 23.000 per kilogram.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Petani ternak di Bali pun merasa bangga, sapi peliharaannya dinilai sebagai jenis sapi terbaik diantara sapi-sapi yang ada di dunia, karena memiliki daya cerna yang baik terhadap pakan dan persentase karkas yang tinggi.

Sumantra menegaskan, masalah stok sudah tidak perlu dikawatirkan lagi. Selama ini sapi Bali banyak yang dikirim ke luar pulau terutama Jakarta dan Jawa Barat guna memenuhi permintaan pasar kota tersebut.

Jika impor sapi dari Australia kembali direalisasikan Oktober nanti, maka sirna harapan peternak Pulau Dewata yang selama ini, rata-rata 65.000 ekor sapi Bali diantarpulaukan ke Jawa setiap tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X