30 Persen Hutan Maluku Bisa Hilang

Kompas.com - 04/07/2011, 16:40 WIB
EditorPepih Nugraha

AMBON,KOMPAS.com- Sekitar 30 persen hutan di Maluku atau seluas 1,3 juta hektar dari total luas hutan 4,4 juta hektar bisa hilang setelah pemerintah kabupaten/kota di Maluku mengusulkan seluruh areal hutan ini beralih fungsi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Maluku, Senin (4/7/2011), areal hutan yang diusulkan beralih fungsi menjadi areal dengan penggunaan lain itu tersebar di seluruh kabupaten/kota di Maluku, berjumlah sebelas kabupaten/kota.

Kepala Sub Bidang Tata Ruang dan Pengembangan Wilayah, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Maluku, Djalaludin Salampessy, mengatakan alih fungsi hutan diusulkan oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota di Maluku untuk perluasan pembangunan kabupaten/kota. Sebagian areal hutan bahkan diperlukan untuk pembangunan ibu kota dari kabupaten-kabupaten yang baru dimekarkan, seperti Kabupaten Buru Selatan, Seram Bagian Timur, dan Seram Bagian Barat.

Ibu kota sementara yang digunakan sekarang oleh kabupaten-kabupaten yang baru dimekarkan, tidak lagi memiliki ruang untuk pembangunan perkantoran dan sarana pendukung lainnya. "Sementara ruang di sekitarnya yang bisa digunakan untuk pembangunan ibu kota masih berupa hutan, sehingga perlu dialihfungsikan dulu sebelum digunakan," jelasnya.

Usulan pengalihfungsian hutan ini telah diajukan Pemerintah Provinsi Maluku ke Kementerian Kehutanan sejak akhir Januari 2011. Dan rencananya pekan depan, tim dari Kementerian Kehutanan akan mengecek ke areal-areal hutan yang diusulkan beralih fungsi tersebut sebelum kemudian memutuskan menyetujui atau tidak usulan alih fungsi itu.

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Maluku Melky Frans mengatakan pemerintah kabupaten/kota di Maluku memang sering mengeluhkan terhambatnya perluasan pembangunan kabupaten/kota, termasuk di antaranya investasi, karena areal perluasan tersebut berada di kawasan hutan yang tidak bisa digunakan untuk pembangunan.

Namun dia mengingatkan agar alih fungsi itu dikaji secara matang. Dia khawatir jika alih fungsi hutan dilakukan asal-asalan justru akan berdampak buruk pada masyarakat dan lingkungan di kabupaten/kota tersebut. "Bencana lingkungan besar-besaran bisa terjadi, apalagi areal hutan yang diusulkan pemerintah beralih fungsi itu sangat besar," katanya.   

 

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulang Kampung Setelah Setahun Merantau, Pasutri Asal Tegal Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali

Pulang Kampung Setelah Setahun Merantau, Pasutri Asal Tegal Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali

Regional
Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Regional
Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Regional
Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Regional
Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Regional
PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

Regional
Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Regional
Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Regional
Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Regional
Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Regional
48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

Regional
Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Regional
Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Regional
Wali Kota Meninggal, Perkantoran di Banjarbaru Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Wali Kota Meninggal, Perkantoran di Banjarbaru Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Regional
22 Rumah di Kampung Adat Sumba Barat Hangus Terbakar

22 Rumah di Kampung Adat Sumba Barat Hangus Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X