Kuda Lumping, Kesenian Petani Kendal

Kompas.com - 25/06/2011, 21:48 WIB
EditorI Made Asdhiana

KENDAL, KOMPAS.com — Parade seni tradisional yang berlangsung di lapangan kebun karet di perkebunan Biting, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (25/6/2011), diikuti sebanyak enam grup kuda lumping yang berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Singorojo, Limbangan, dan Boja, Kendal.

Pertunjukan seni kuda lumping, yang pemainnya adalah para petani warga desa setempat, menjadi refleksi berkesenian khas bagi warga untuk menunjukkan kemahiran menari sebagai tanda syukur atas selesai musim tanam padi.

Menurut tokoh seniman dan tari tradisional kuda lumping di Limbangan, Slamet, pertunjukan grup kuda lumping ini menjadi sarana pelestarian kesenian daerah yang berkembang di wilayah Kendal bagian selatan. Para penari, yang semuanya warga yang sehari-hari adalah petani padi, itu sangat antusias menunjukkan kebolehannya menari di hadapan tak kurang dari 400 penonton yang tiada lain adalah warga di desa-desa sekitar perkebunan Biting.

Kepala Desa Kedungboto, Limbangan, Kendal, Turkemun, mengatakan, banyak petani juga warga desa yang punya hobi berkesenian. Seni itu lebih pada menekuni kegiatan tari kuda lumping atau jaran kepang. Kehidupan kesenian para warga ini merupakan tradisi turun-temurun sejak zaman dahulu, yang berasal dari kesenian para nenek moyang warga di daerah sekitar perkebunan karet.

Tujuan berkesenian, bagi warga daerah ini, menurut Turkemun, tidak hanya menyalurkan hobi menari lewat grup-grup kuda lumping, tetapi juga kesenian kuda lumping ini sebagai sarana warga untuk belajar disiplin, saling menghargai, serta membangun sikap toleransi yang implikasinya berdampak pada kehidupan desa yang nyaman dan aman, jauh dari tindak kegiatan yang tidak diinginkan warga lain.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X