Kesurupan Massal di Kampung Inggris

Kompas.com - 18/06/2011, 08:53 WIB
EditorKistyarini

KEDIRI, KOMPAS.com - Kesurupan massal terjadi di Kampung Inggris di Desa Mangunrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menimpa para peserta kursus Bahasa Inggris, Jumat (17/6/2011) malam.       Kepala Urusan Pemerintahan Desa Mangunrejo, Supriantoro, mengemukakan kejadian itu menimpa para peserta kursus yang ikut program liburan di tempat kursus milik Nursalim sekitar pukul 20.00 WIB.       "Awalnya hanya satu anak yang jatuh, lalu menjerit-jerit dengan keras, kemudian merembet ke teman-temannya lainnya sekitar 30 anak," katanya.        Kampung Inggris di Kediri ini adalah suatu kawasan yang warganya kebanyakan berbahasa Inggris. Di kampung itu juga banyak tempat kursus bahasa Inggris.        Kampung Inggris ini pada setiap masa liburan sekolah umum dijadikan tempat kursus singkat bagi para pelajar setingkat SD, SMP dan SMA.        Suprianto mengatakan, kejadian itu membuat resah para siswa yang rata-rata anak setingkat SMP itu. Mereka ikut-ikutan histeris sehingga kelas menjadi tidak terkendali.       "Banyak anak-anak yang menangis ketakutan melihat kejadian itu. Karena khawatir semakin banyak yang kesurupan, akhirnya dibawa ke rumah Pak Carik (Sekretaris Desa Mangunrejo)," katanya.       Suprianto mengatakan, kejadian itu langsung dilaporkan ke perangkat desa oleh pemilik tempat kursus. Seluruh perangkat, termasuk Babinsa dan polisi juga langsung ke lokasi kejadian.       Pihaknya juga langsung meminta bantuan seorang kiai setempat untuk membantu memulihkan kondisi para siswa yang kesurupan itu.       Upaya itu membuahkan hasil, para peserta kursus itu kembali sadar. Bahkan, dua orang peserta yang paling parah, Olik dan Erli, akhirnya kembali sadar setelah sebelumnya sempat menjerit-jerit histeris, sehingga tidak sampai ada yang dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.       Ia menduga, para peserta kursus itu terlalu kelelahan, hingga pikiran mereka kosong saat menerima pelajaran. Kondisi itu membuat mereka tidak konsentrasi hingga kejadian itu menimpa mereka.       "Mungkin karena lelah saja. Kalau liburan seperti ini mereka sengaja ikut kursus singkat dan terlalu banyak pelajaran yang diterima," ucapnya.       Ia juga sudah meminta agar anak-anak istirahat lebih dulu untuk memulihkan kondisi. Ia juga berharap, jika besok kondisi mereka belum pulih, diminta untuk tidak masuk kursus dulu, karena dikhawatirkan kejadian serupa terjadi lagi.       Sementara itu, Sekretaris Desa Mangunrejo, Supriadi mengatakan kondisi anak-anak saat ini sudah lebih baik. Mereka sudah istirahat di rumah milik Nursalim, tempat kursus yang juga digunakan untuk tempat tinggal anak-anak.       "Mereka sudah istirahat. Sudah lebih baik saat ini," ucapnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.