Kluster Dibentuk di Sentra-sentra Kopi

Kompas.com - 10/06/2011, 21:17 WIB
EditorAgus Mulyadi

BONDOWOSO, KOMPAS.com — Peneliti Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI), Surip Mawardi, menyebutkan akan ada pembentukan kluster di sentra-sentra kopi. Hal itu dilakukan sebagai upaya pengembangan ekonomi secara total, tetapi dengan basis kopi.

"Kemarin yang lebih aktif Bank Indonesia. Kami diminta Bank Indonesia membuat studi Bondowoso. Tetapi studinya dari kami, rancangan dari kami, compact dasar dari kami, (dan) masterplan dari kami," kata Surip dalam acara peluncuran ekspor perdana Java Coffee Bondowoso di Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (10/6/2011).

Selain kluster kopi di Bondowoso ini, PPKKI juga telah membentuk kluster kopi di Flores (NTT) dan Bali.

"Kluster itu nanti sebenarnya dari pengembangan ekonomi total, tetapi base-nya kopi. Apapun yang berbau kopi, kami harapkan bisa diaktifkan," tambahnya.

Ia mengharapkan, kluster ini dapat menumbuhkan perkampungan wisata, seperti yang telah dikembangkan di Bali dan Flores. Sementara itu, di Bondowoso akan dikembangkan seperti halnya di kedua tempat tersebut.

"Kerajinan kuningan (di Bondowoso) bisa berasosiasi dengan kopi," tuturnya. Sektor peternakan pun dapat dikembangkan bersama usaha komoditas kopi. Pupuk kandang yang dapat berasal dari kotoran sapi juga dapat digunakan untuk pupuk tanaman kopi.

"Kalau perlu, petani bisa punya industri penggorengan kopi sendiri. Petani punya kafe. Ini kami rancang dalam 15 tahun dari mulai tahun ini," katanya.

Lima tahun pertama merupakan tahap inisiasi, dan lima tahun kedua disebut tahap penumbuhan. Tahap pemantapan sebagai yang terakhir. "Nanti yang terakhir kami harus mengembangkan brand," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X