Bung Karno Andalkan SDM

Kompas.com - 30/05/2011, 05:07 WIB
Editor

Jakarta, Konmpas - Mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie menegaskan, Bung Karno mengandalkan sumber daya manusia dan tidak bertumpu pada sumber daya alam. Oleh karena itu, saat ini harus disiapkan SDM unggul untuk menjadi kekuatan utama bangsa.

Habibie berharap hal ini menginspirasi generasi muda Indonesia. Dia juga mengingatkan masyarakat Indonesia supaya terus memiliki komitmen politik untuk memelihara persatuan dan kesatuan, menjadi unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

”Jadi, jangan berpolemik atau mau diadu domba. Jangan memikirkan proyek A atau proyek B, terjebak membiayai proyek orang lain dan membuat mereka lebih unggul daripada bangsa Indonesia,” tutur Habibie seusai menerima The Star of Soekarno Award dari Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno Rachmawati Soekarnoputri, didampingi Rektor Universitas Bung Karno Radi A Gany, Minggu (29/5) di Jakarta.

Habibie mengakui, visi Bung Karno itu memungkinkan dirinya menekuni iptek. ”Tanpa kecuali, tidak mengenal SARA, tidak mengenal perbedaan suku, agama, itu jiwa Bung Karno. SDM yang dikirim (belajar) tidak mengenal KKN (korupsi, kolusi, nepotisme),” katanya.

Semua langkah itu, menurut dia, untuk mewujudkan konsep berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) ketika kehidupan di Indonesia masih memprihatinkan. Dalam pidato kenegaraan pada Hari Penerbangan Nasional, 2 April 1962, lanjut lelaki kelahiran Parepare, 25 Juni 1936, itu, Bung Karno menggarisbawahi bahwa manusia yang hidup di satu-satunya benua maritim (Indonesia) harus menguasai teknologi pembuatan kapal terbang serta apa saja yang dapat memelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

Penghargaan diberikan Yayasan Pendidikan Soekarno atas jasa Habibie dalam iptek dan kepemimpinannya. Habibie juga selalu menganjurkan agar pemikiran Bung Karno digali secara konsisten.

Rachmawati Soekarnoputri menambahkan, penghargaan diberikan untuk menyambut Bulan Bung Karno. Pada 1 Juni 1945 Bung Karno berpidato tanpa teks di depan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan mewariskan lima mutiara. Tanggal 6 Juni 1901 Bung Karno lahir dan 11 Juni 1999 izin operasional Universitas Bung Karno diberikan oleh Presiden BJ Habibie.

Acara itu dihadiri Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidiqie. Acara dimeriahkan dengan pertunjukan kolosal Langen Gita Putra Sang Fajar yang menceritakan perjalanan Nusantara sampai lahirnya Bung Karno. (INA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.