Dua Residivis Bacok Polisi, Satu Tewas

Kompas.com - 18/05/2011, 16:43 WIB
EditorAgus Mulyadi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Dua residivis, Sigit (21) dan Kidin (21), warga Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, ditembak polisi, Rabu (18/5/2011) dini hari.

Penembakan dilakukan karena keduanya menyerang Bripka Yohanes Tomi Astomo, anggota Opsnal Buser Polresta Yogyakarta, dengan parang ketika kepergok mencuri helm di depan warung internet di Jalan Godean Kilometer 7,5 Sleman, DI Yogyakarta.

Sigit tewas di tempat kejadian karena dadanya ditembus timah panas. Adapun Kidin luka pada dua kakinya yang diterjang peluru.

Sementara Bripka Yohanes Tomi Astomo mengalami luka bacok di bagian dahi dan dua jari tangannya nyaris putus karena menangkis serangan kedua residivis itu.

Kejadian berawal ketika Rabu dini hari pukul 03.30, Bripka Yohanes Tomi Astomo, anggota Opsnal Buser Polresta Yogyakarta, sedang melintas di Jalan Godean dengan menaiki sepeda motor. Ia lalu melihat Sigit, seorang residivis, yang dikenalnya sedang duduk-duduk di depan sebuah warnet di jalan itu.

Tomi langsung mendekati tempat sigit duduk. Namun, tiba-tiba Kidin datang dari arah belakang dan memukul polisi itu dengan helm yang baru saja dicurinya. Aksi Kidin disusul dengan bacokan parang oleh Sigit ke muka anggota Polresta Yogyakarta tersebut.

Tomi menangkis sehingga dua jarinya nyaris putus. Parang pun tetap mengenai dahinya. Merasa terancam jiwanya karena dikeroyok dua pencuri, Tomi mengeluarkan senjata api miliknya dan menembak kedua residivis tersebut.

Sigit tersungkur setelah tertembak di bagian dada, sedangkan Kidin terkena tembakan di kedua kakinya.

Baik Sigit, Kidin, maupun Tomi terkapar bersimbah darah. Warga yang berada di warnet keluar dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Sigit tewas di tempat, sedangkan Kidin dan Tomi yang mengalami luka-luka segera dilarikan ke rumah sakit.

Jenazah Sigit dibawa ke RSUP Sardjito, sedangkan Kidin dirawat di RS Bhayangkara Polda DIY di Kalasan, Sleman. Sementara Tomi dirawat di RS Panti Rapih dan mendapatkan 12 jahitan di kepala dan tangannya.

"Anggota kami sudah prosedural dalam penggunaan senjata api. Saya langsung ke TKP begitu mendapatkan laporan. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang bertindak cepat melapor ke polisi mengenai peristiwa ini," ungkap Kapolresta Yogyakarta Ajun Komisaris Besar Mustaqim ketika memberikan keterangan pers di Markas Polresta Yogyakarta, Rabu (18/5/2011).

Kapolresta Yogyakarta menambahkan, pihaknya sudah mengamankan helm yang dicuri dan sebilah parang yang dipakai untuk membabat Tomi.

Kapolda DI Yogyakarta Brigjen (Pol) Ondang Sutarsa menyatakan salut dan bangga kepada Tomi yang berhasil melumpuhkan dua pencuri bersenjata tajam meskipun harus mendapatkan luka di tubuhnya.

"Kami menyampaikan penghargaan kepada anggota kami atas keberaniannya dan kepekaannya dalam mengendus adanya kejahatan yang ada di sekitarnya," ujar Ondang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X